Spon Cuci Piring Adalah Sarang Bakteri Di Dalam Rumah

DokterSehat.Com – Kegiatan mencuci piring adalah sebuah kegiatan yang hampir selalu dilakukan tanpa henti setiap hari. Bagaimana tidak, kita memasak makanan setiap hari dan akan mengkonsumsi makanan tersebut tiga kali sehari menggunakan peralatan makan. Hal ini setidaknya dalam tiga kali sehari peralatan makan tersebut menjadi kotor dan harus kita bersihkan dengan sabun cuci piring dan spon. Sayangnya, spon yang terkena banyak kotoran dari peralatan masak dan peralatan makan ini tentu akan terkena banyak bakteri dan kuman.

A pile of simple polyurethane sponges, commonly used in the kitchen for cleaning dirty dishes. They have either a blue or pink porous side and another green, more abrasive one similar in texture to nap.

Spon cuci piring akan cenderung selalu lembab dan banyaknya sisa makanan yang tertempel hasil dari pencucian piring ternyata bisa membuat bakteri menjadi tumbuh subur pada spon tersebut. Kebanyakan dari kita akan segera membilas spon dengan air setelah kegiatan mencuci piring selesai, namun hal ini tetaplah tidak cukup membuat spon ini bersih dari berbagai kuman dan bakteri karena bakteri dan kuman sudah masuk ke dalam pori-pori spon yang sulit dijangkau. Jika spon penuh dengan kuman dan bakteri, piring-piring dan berbagai peralatan makan yang kita gunakan untuk makan tentu akan tercemar berbagai kuman dan bakteri tersebut dan bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Beberapa pakar kesehatan menganjurkan kita untuk memanaskan spon di dalam peralatan microwave setidaknya satu hingga dua menit. Di dalam suhu yang tinggi, bakteri dan kuman pun bisa mati sehingga akan jauh lebih aman digunakan untuk mencuci piring. Selain itu, spon juga bisa direndam dalam air yang dicampur dengan cairan pemutih selama beberapa menit dan kemudian kita angkat dan keringkan. Jika diperlukan, spon juga bisa dicuci secara berkala agar bebas dari berbagai kuman dan bakteri sebelum digunakan.

Baca Juga:  Apa itu Hemofilia?

Jika spon cuci piring telah berusia setidaknya satu hingga tiga minggu, ada baiknya kita segera menggantinya dengan yang baru. Selain mencegah berkembangnya bakteri atau kuman, spon yang berusia lebih lama dari waktu tersebut juga cenderung lebih mudah rontok, berbau, dan bahkan lengket karena bekas minyak. Dengan spon yang lebih baru, pembersihan pun bisa dilakukan dengan maksimal dan peralatan makan akan lebih aman dari bakteri dan kuman.