Skoliosis – Kenali dan Segera Deteksi untuk Hasil yang Lebih Baik

DokterSehat.com – Banyak dari kita yang masih belum sadar akan kesehatan tulang belakang. Kesehatan tulang belakang sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Bukan hanya sekedar sebagai penopang atau pembentuk rangka tubuh, tulang belakang memiliki peran vital dalam tubuh kita. Syaraf utama berjalan di antara tulang belakang yang menghubungkan otak sebagai sistem syaraf pusat dengan berbagai organ di seluruh tubuh yang akhirnya bisa berfungsi dan bekerja sesuai dengan peranannya. Sedikit saja sistem syaraf tersebut terganggu dengan adanya penjepitan syaraf di tulang belakang telah dapat menyebabkan munculnya berbagai keluhan dikarenakan organ yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Penjepitan syaraf tersebut dapat disebabkan oleh berbagai macam masalah di tulang belakang. Salah satu masalah tulang belakang yang sering tidak kita sadari adalah skoliosis atau kelainan tulang belakang yang berubah bentuk dari lurus menjadi melengkung.

12

ds1

 

Skoliosis diderita oleh sekitar 2-3% dari populasi yang dapat terjadipada anak, remaja, dewasa muda maupun lanjut usia. Berdasarkan penelitian, skoliosis lebih banyak ditemukan pada wanita dengan perbandingan 2:1 dibandingkan pria. Sekitar 80% kasus skoliosis pada anak merupakan idiopatik yaitu kelainan yang tidak diketahui penyebabnya. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa skoliosis idiopatik berkaitan dengan abnormalitas genetika yang berakibat pada pertumbuhan tulang belakang yang tidak seimbang. Perkembangan tulang belakang yang tidak sempurna telah muncul sejak lahir atau dikenal dengan sebutan kelainan kongenital. Sedangkan 15-25% kasus skoliosis lainnya dapat disebabkan oleh trauma, kelainan hormon, distrofi otot, sindrom Down, penyakit Parkinson dan kondisi lainnya yang mempengaruhi otot dan syaraf (sistem muskuloskeletal).

Mayoritas skoliosis pada anak tergolong kasus ringan dan seringkali dikatakan tidak memerlukan pengobatan. Namun, tidak kita sadari bahwa diagnosis dini amat lah penting untuk mencegah berbagai masalah lain akibat dari skoliosis yang terlambat ditangani. Banyak kasus skoliosis yang ditemukan berkembang sangat cepat dan agresif pada anak-anak setelah mereka menginjak usia pubertas seiring dengan percepatan pertumbuhan mereka. Karena itulah deteksi dan diagnosis dini skoliosis pada anak sangatlah penting. Terutama pada anak yang memiliki riwayat keluarga penderita skoliosis,seperti ibu, ayah, saudara kandung, maupun nenek, kakek, paman, bibi, atau saudara sepupu sekalipun. Skoliosis justru paling baik ditangani saat anak masih kecil karena respon tubuh anak lebih baik terhadap proses terapi saat tulang belakang mereka masih fleksibel dan tumbuh berkembang.

ds2

Terdapat dua tipe utama skoliosis yang menyerang orang dewasa yakni Degenerative Adolescent Idiopathic Scoliosis dan De-novo Scoliosis. Hal yang perlu diperhatikan pada skoliosis dewasa adalah proses degenerasi atau proses penuaan yang terjadi. Tipe pertama berhubungan dengan skoliosis yang berkembang saat usia remaja yang mengalami degenerasi pada usia dewasa. Sedangkan tipe ke dua degenerasi pada skoliosis yang timbul secara spontan saat usia dewasa.

Baca Juga:  DETEKSI DINI KANKER PADA ANAK

Seringkali penderita yang telah mengetahui bahwa mereka menderita skoliosis tidak juga mencari tahu dan memeriksaan kondisi skoliosis mereka, atau malah ada saja yang tidak tahu harus bagaimana dan pergi mencari pertolongan kemana untuk menangani skoliosis yang telah lama mereka derita. Prinsipnya penanganan skoliosis didasarkan pada deformitas yang terjadi. Bila deformitasnya minimal masih belum diperlukan penanganan khusus dengan sebaiknya tetap dilakukan observasi secara medis. Namun bila deformitasnya menjadi progresif dan makin bertambah parah atau menimbulkan keluhan nyeri, terdapat dua tatalaksana pilihan yaitu dengan menggunakan brace tanpa tindakan invasif atau dilakukan tindakan operasi.

Operasi pada tulang belakang merupakan prosedur khusus yang melibatkan berbagai dokter ahli dalam penanganannya baik sebelum maupun paska operasi. Menurut jurnal yang diterbitkan oleh dokter ahli bedah orthopedi, kondisi skoliosis yang memerlukan tindakan operasi apabila telah mencapai lengkungan dengan derajat lebih dari 40. Tentunya hal tersebut bergantung pada berbagai kondisi penderitanya seperti usia, kondisi psikis, toleransi fisik secara umum terhadap tindakan operasi dan sebagainya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter ahli.

ds3

 

Terapi lain terhadap skoliosis yang terbukti efektif secara penelitian selain operasi adalah dengan penderita memakai brace. Brace sendiri saat ini terdiri dari dua macam berdasarkan bahan pembuat brace. Brace kaku yang terbuat dari bahan plastik ringan yang dapat membatasi atau menghentikan progresivitas bila dipakai 23 jam dalam sehari. Brace tipe ini meliputi Thermoplastic TLSO, Boston Brace, Cheneau Brace, Chaleston Brace dan Milwaukee Brace. Brace dinamis yang tidak kaku (SpineCor®) bila digunakan oleh anak-anak memberikan efisiensi yang sama seperti halnya brace kaku dalam meluruskan lengkungan skoliosis selama proses terapi namun memberikan hasil yang jauh lebih baik dan jangka waktu yang lebih lama setelah proses terapi, perbaikan penampilan, dan koreksi yang menetap setelah lepas dari brace. Bagi orang dewasa, tujuan utama SpineCor® brace adalah untuk menghilangkan nyeri, memperbaiki postur dan pencegahan progresi skoliosis.

Tentunya dengan berbagai pilihan tatalaksana skoliosis, setiap individu berbeda dalam penanganannya. Seorang penderita skoliosis memerlukan pemeriksaan dan follow-up secara berkala. Dokter dalam pemeriksaannya akan menanyakan identitas penderita, keluhan dan semua riwayat penyakit yang berkaitan dengan skoliosis, melakukan pemeriksaan fisik dan merujuk untuk melakukan pemeriksaan penunjang seperti X-Ray guna menilai seberapa besar derajat lengkungan skoliosis yang nantinya akan menentukan pilihan terapi.

ds4

 

Dr. Irma Yunita
General Practitioner
SpineCor® (UK) Bracer and Scoliosis Consultant

Informasi lebih lanjut kunjungi www.benditwithbands.com atau hubungi 021 293 39295 atau email [email protected]

 

Seluruh Gambar yang dipergunakan telah memperoleh izin dari Spine Body Center