Skizofrenia Terkait Dengan Komplikasi Kehamilan

DokterSehat.Com – Wanita penderita skizofrenia berada pada risiko masalah yang besar selama kehamilan dan persalinan, sebuah penelitian baru menunjukkan.

8

Pengaruh skizofrenia selama kehamilan dan persalinan

Para peneliti asal Kanada menganalisis data terhadap masalah kelahiran di provinsi Ontario mulai tahun 2002 hingga 2011 dan menemukan bahwa pre-eclampsia (masalah kehamilan dan persalinan yang serius) dan komplikasi serius lainnya diketahui dua kali lebih mungkin terjadi pada wanita yang mealami skizofrenia dibandingkan dengan wanita lainnya tanpa gangguan kesehatan mental apapun.

Wanita dengan skizofrenia lebih mungkin untuk mengembangkan solusio plasenta (di mana plasenta terpisah dari uterus) dan syok septik, untuk menjalani induksi dan operasi caesar, yang akan ditransfer ke unit perawatan intensif, dan harus diterima kembali ke rumah sakit setelahnya.

Secara umum, wanita dengan skizofrenia memiliki tingkat kesuburan yang rendah, dan mempengaruhi kesehatan reproduksi mereka, kata penulis studi Dr Simon vidog, Seorang psikiater dari Women’s College Hospital di Toronto, Kanada. Namun baru-baru ini, dengan tingkat kesuburan yang meningkat pada wanita-wanita ini, kita sekarang harus benar-benar menaruh perhatian untuk menjaga kesehatan reproduksi mereka dan bayi mereka.

Sekitar 1 persen orang Amerika memiliki skizofrenia, hal ini berdasarkan data dari US National Institute of Mental Health. Biasanya, gejala akan muncul di usia 16 hingga 30 tahun.

Para peneliti memeriksa catatan untuk ibu baru antara usia 15 dan 49 tahun. Mereka menemukan risiko kematian lima kali lebih besar selama satu tahun ketika perempuan yang menderita skizofrenia melahirkan. Dan bayi yang lahir dari ibu dengan skizofrenia cenderung memiliki bobot abnormal yang tinggi atau rendah.

Menurut penelitian yang diterbitkan pada tanggal 3 Februari di British Journal of Obstetric and Gynecology, wanita dengan skizofrenia juga mempunyai masalah kesehatan lebih besar sebelum hamil. Dibandingkan dengan wanita tanpa gangguan kejiawaan, wanita dengan skizofrenia lebih mungkin untuk memiliki diabetes (4 persen banding 1 persen), tekanan darah tinggi kronis (4 persen banding 2 persen), dan pembekuan darah (2 persen banding 0,5 persen) sebelum kehamilan.

Baca Juga:  Memberikan ASI Lebih Lama Pada Bayi Bisa Membuatnya Lebih Sehat

Temuan ini memberikan informasi untuk mulai menentukan langkah apakah yang bisa kita lakukan untuk membantu mengurangi tingginya risiko komplikasi kehamilan dan persalinan pada wanita yang mengalami skizofrenia, ujar Vigod yang juga seorang ilmuwan di Institute ofr Clinical Evaluative Sciences.

Langkah tersebut mungkin termasuk memberikan edukasi yang lebih baik sehingga para wanita dapat membuat keputusan dan bisa memastikan perawatan medis yang terbaik sebelum, selama, dan setelah kehamilan, ujarnya.