Siswa SD di Jakarta Mulai Diwajibkan Mendapatkan Vaksin HPV

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan kini semakin sadar akan bahayanya kanker serviks atau kanker mulut rahim. Kanker yang terjadi karena infeksi Human Papillomavirus atau HPV ini sangatlah mematikan sehingga harus dicegah sejak dini. Bagaimana tidak, kanker ini kini sudah menjadi pemicu kematian tertinggi kedua setelah kanker payudara di seluruh Indonesia. Melihat adanya fakta ini, maka Kementerian Kesehatan Indonesia pun memutuskan untuk memberikan vaksinasi HPV pada anak-anak yang masih berusia dasar. Untuk mengawalinya, siswa SD di Jakarta kini diwajibkan untuk mendapatkan vaksin HPV.

doktersehat-vaksin-ulang-kolera

Pakar kesehatan dari Himpunan Onkologi GInekologi Indonesia (HOGI) Prof. Dr.dr. Andriyono, SpOG(K) menyebutkan jika keputusan Kemenkes RI untuk melakukan vaksin HPV didasari oleh rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia WHO yang menyebutkan jika usia paling ideal untuk mendapatkan vaksin ini adalah pada usia 9 hingga 13 tahun, usia dimana sistem imun tubuh masih dalam kondisi yang bagus. Pemberian vaksin ini sendiri tidak akan memungut biaya sepeserpun dan akan dilakukan di sekolah-sekolah dengan mengandalkan tenaga puskesemas terdekat.

Widyastuti, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan dari Dinas Kesehatan RI dari DKI Jakarta menyebutkan jika biasanya imunisasi yang dilakukan pada anak usia SD adalah imunisasi DT (Difteri Tetanus) dan TT (Tetanus Toxoid) yang dilakukan oleh anak kelas satu hingga kelas tiga. Namun, kini juga ada pemberian vaksin HPV bagi siswa kelas lima hingga kelas enam. Pemberian vaksin HPV ini sendiri akan dimulai pada 4 Oktober mendatang dan akan diberikan di tahun berikutnya pada bulan Agustus.

Setelah DKI Jakarta, pemberian vaksin HPV juga akan disusul di Yogyakarta dan kemudian di kota-kota dan daerah lainnya di Indonesia. Selain dengan pemberian vaksin, kini sosialisasi tentang bahaya kanker ini juga sudah sering dilakukan melalui agenda dari PKK sehingga diharapkan masyarakat Indonesia semakin waspada dan lebih baik dalam mencegah munculnya penyakit ini.