Sindroma Empty Sella

DokterSehat.com – Sindroma Empty Sella adalah gangguan yang terjadi pada kelenjar hipofisa. Kelenjar ini dikelilingi oleh struktur bertulang yang disebut sella tursika. Mengapa gangguan ini disebut sindroma empty sella? Karena kelenjar hipofisa ini tidak terlihat saat dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI karena itulah gangguan ini dinamakan sindroma empty sella.



Penyebab

Kelainan pada kelenjar hipofisa ini disebabkan oleh tubuh penderita yang mengalami kelebihan tekanan dalam sella tursika sehingga mengakibatkan kelenjar hipofisa merapat. Selain itu, gangguan ini juga bisa disebabkan cedera di bagian kepala atau riwayat pembedahan yang dialami penderita.

Gejala
Gejala primer sindroma empty sella, antara lain:

  • Tidak menunjukkan gejala krena hilangnya fungsi kelenjar
  • Kadang gejala timbul akibat peningkatan kadar hormon prolaktin
  • Libido menurun
  • Impotensi
  • Ketidakteraturan waktu menstruasi, bahkan tidak terjadi menstruasi

Gejala-gejala pada sindroma empty sella sekunder timbul akibat hilangnya fungsi kelenjar:

  • Nyeri perut
  • Letih, lesu
  • Nafsu makan berkurang
  • Tidak tahan dengan cuaca dingin
  • Penurunan berat badan
  • Sakit kepala
  • Tekanan darah rendah
  • Gangguan penglihatan
  • Kerontokan pada rambut ketiak atau rambut kemaluan
  • Jika sindroma ini terjadi pada masa pertumbuhan, maka tinggi badan biasanya pendek (<150 cm)

Pada wanita: terhentinya siklus menstruasi, kemandulan, kegagalan menyusui.

Pada pria: hasrat seksual menurun, rambut wajah atau rambut tubuh mengalami kerontokan.

Pada anak-anak : pertumbuhan badan dan perkembangan seksualnya lambat.

Diagnosa

Seseorang akan didiagnosa terkena sindroma empty sella bila rontgen atau CT scan/MRI tulang tengkorak menunjukkan sella tursika yang membesar dan tidak terlihatnya gambaran kelenjar hipofisa.

Pengobatan

Pada sindroma empty sella primer, bila tidak timbul gejala, maka tidak perlu diberikan pengobatan khusus. Bila kadar prolaktin tinggi dan mengganggu fungsi indung telur maupun buah zakar, maka diberikan obat-obatan yang menekan pembentukan prolaktin (misalnya bromokriptin). Penderita sindroma empty sella sekunder biasanya harus menjalani terapi sulih hormon.