Sindrom Stevens-Johnson

DokterSehat.Com – Sindrom Stevens Johnson (SSJ) merupakan penyakit kulit yang berbahaya. Walaupun jarang terdengar di Indonesia dan juga bukan penyakit menular, penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian. Reaksi berlebihan pada obat (alergi obat) menjadi penyebab utama yang menyebabkan seseorang menderita SSJ. Sindrom Stevens Johnson akan mengancam kondisi kulit yang mengakibatkan kematian sel-sel kulit sehingga lapisan kulit bagian atas (epidermis) mengelupas/memisahkan diri dari dermis. Penyakit ini ditandai dengan kelainan kulit dan mukosa. Jika serangan terjadi, penderita harus secepatnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, sedangkan masa pemulihannya bisa memakan waktu berminggu-minggu. Jika kondisi penyakit ini parah, maka bisa mengakibatkan kematian.

doktersehat-bayi-tangan-merah-rash-gatal-iritasi-sindrom-stevens-johnson-Erisipelas-lupus

Gejala
Trias SSJ, yaitu:

  1. Kelainan kulit berupa eritema, vesikel, dan bula yang memecah hingga terjadi erosi yang luas.
  2. Kelainan pada selaput lendir seperti pada mukosa mulut, gentalia, lubang hidung, dan anus. Lesi awal berupa vesikel lalu pecah dan membentuk erosi, ekskoriasi, krusta kehitaman, dan terbentuk pseudomembran.
  3. Kelainan pada mata, yang tersering konjungtivitis.

Etiologi
Etiologi pasti SSJ ini masih belum diketahui. Namun, salah satu penyebabnya adalah alergi obat secara sistemik. Semua obat sebenarnya bisa memicu munculnya alergi, tapi setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda. Pada banyak kasus SSJ, beberapa obat-obatan yang sering menjadi pemicu SSJ antara lain: Penisilin dan semisintetiknya, Streptomisin, Sulfonamida, Tetrasiklin, Metamizol, Antalgin, Paracetamol, Kloepromazin, Karbamazepin, Tegretol dan turunan dari obat-obat itu. Namun kembali lagi, semua obat bisa menyebabkan reaksi alergi.

Pengobatan
Penderita harus menghentikan semua konsumsi obat yang disinyalir atau dicurigai sebagai penyebab SSJ. Umumnya kesembuhan terjadi dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu. Dan Kematian berkisar antara 5 sampai 15% pada kasus yang berat dengan berbagai komplikasi atau pengobatan terlambat dan tidak memadai. Kematian biasanya disebabkan oleh gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.
Pengobatan yang biasa diberikan untuk penderita SSJ adalah:

  1. Kortikosteroid
  2. Antibiotik, ini untuk mencegah terjadinya infeksi
  3. Cairan infus
  4. Salep untuk lesi pada kulit (topikal)
  5. Vitamin C dosis tinggi
Baca Juga:  Penyebab Kebotakan

Pencegahan
Sindrom Stevens Johnson bisa menyerang semua usia, namun lebih sering terjadi pada usia dewasa. Begitu pula dengan gender, laki-laki dan perempuan memiliki risiko yang sama untuk terkena SSJ. Pencegahan yang terbaik adalah tidak mengonsumsi obat sembarangan.
Ada baiknya Anda memberitahukan dokter jika Anda memiliki alergi terhadap suatu obat-obatan, makanan atau bahan-bahan kimia tertentu. Karena hal ini sangat penting bagi dokter agar bisa menentukan dengan tepat jenis obat apa yang aman bagi Anda. Jika Anda tidak mengetahui apakah Anda alergi terhadap sesuatu atau tidak, beritahukan saja kepada dokter tentang penyakit-penyakit yang pernah Anda derita. Selain itu, tentunya Anda harus terus menjaga kesehatan Anda.