Sindrom Mulut Terbakar

Doktersehat.com – Sindrom mulut terbakar atau sindrom tersiram air panas menyebabkan nyeri terbakar yang kronis di mulut. Rasa sakit dari sindrom mulut terbakar dapat mempengaruhi lidah, gusi, bibir, pipi bagian dalam, langit-langit mulut, atau area luas di seluruh mulut. Rasa sakit terasa seperti tersiram air panas pada mulut. Sindrom mulut terbakar disebut juga glossodynia, glossopyrosis, dysaesthesia, dan stomatodynia.



Sindrom mulut terbakar ditandai dengan sensasi terbakar yang mempengaruhi mukosa oral yang disebabkan oleh faktor lokal dan sistemik lain misalnya xerostomia, desain gigi tiruan yang tidak baik, diabetes, dan anemia.

Sindrom ini dapat mengenai siapapun, namun lebih banyak terjadi pada wanita setengah baya maupun lanjut usia. Sindrom mulut terbakar sering terjadi dengan disertai berbagai kondisi medis dan gigi, dari kekurangan gizi dan menopause sampai mulut kering alergi. Tetapi hubungan mereka tidak jelas, dan penyebab pasti sindrom mulut terbakar tidak selalu dapat diidentifikasi dengan pasti. Sindrom ini bisa muncul setiap hari dan biasanya terjadi dalam periode yang panjang (bulanan sampai tahunan).

Gejala
Sindrom mulut terbakar biasanya ditandai dengan gejala berikut ini:
1. Kesemutan atau mati rasa di ujung lidah atau di mulut
2. Perubahan rasa pahit atau seperti logam
3. Mulut kering atau sakit

Penyebab
Ada beberapa kemungkinan penyebab sindrom mulut terbakar, diantaranya:
1. Kerusakan saraf yang mengendalikan rasa sakit dan pengecapan
2. Perubahan hormon
3. Mulut kering, yang dapat disebabkan oleh banyak obat-obatan dan gangguan seperti sindrom Sjögren atau diabetes
4. Defisiensi nutrisi
5. Oral kandidiasis
6. Refluks asam
7. Gigi tiruan yang tidak pas atau alergi dengan bahan gigi tiruan
8. Kecemasan dan depresi

Baca Juga:  Mengenal Jenis Pasta Gigi Fluoride Dan Plak Untuk Perawatan Gigi

Pada beberapa orang, sindrom mulut terbakar mungkin memiliki lebih dari satu penyebab. Tapi bagi banyak orang, penyebab pasti dari gejala-gejalanya tidak dapat ditemukan.

Pengobatan
Sensasi terbakar di rongga mulut yang terdeteksi memiliki penyebab lokal maupun sistemik harus di rawat. Jika penyebab tidak terdeteksi atau perawatan yang dilakukan tidak menunjukan hilangnya gejala, sensasi rasa terbakar ini mungkin disebabkan oleh defisiensi vitamin B1 dan B6. Pemeriksaan terhadap level vitamin tersebut dapat dilakukan kemudian disertai dengan peresepan vitamin B1 dan B6 selama 1 bulan dosis terukur (50 mg perhari). Perhatikan kaitan gejala dengan sifat neoplastik serta hubungan dengan stres dan kecemasan.

Pengobatan harus disesuaikan dengan kebutuhan, tergantung pada penyebab gejala sindrom, pengobatan mungkin dapat mencakup:
1. Menyesuaikan atau mengganti gigi palsu yang mengiritasi
2. Mengobati gangguan yang ada seperti diabetes, sindrom Sjögren, atau masalah tiroid untuk memperbaiki gejala mulut terbakar
3. Suplemen untuk kekurangan nutrisi
4. Ganti obat jika obat yang menyebabkan mulut terbakar
5. Resep obat untuk
6. Meredakan mulut kering
7. Mengobati kandidiasis oral
8. Membantu mengontrol nyeri dari kerusakan saraf
9. Mengurangi kecemasan dan depresi.

Bila penyebab yang mendasari tidak dapat ditemukan, pengobatan ditujukan pada gejala untuk mencoba mengurangi rasa sakit yang terkait dengan sindrom mulut terbakar.

Dari berbagai sumber