Sindrom Gagal Napas Akut (Acute Respiratory Distress Syndrome/ARDS) – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

DokterSehat.Com – Sindrom Gagal Napas Akut (Acute Respiratory Distress Syndrome / ARDS) adalah suatu masalah paru yang terjadi ketika cairan tertumpuk di dalam paru, menyebabkan kegagalan bernapas dan kadar oksigen rendah di dalam darah. ARDS mengancam jiwa, karena organ penting seperti otak dan ginjal nantinya tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup untuk berfungsi.

doktersehat-cedera-paru-efusi-pleura

ARDS terjadi pada orang-orang yang dirawat karena penyakit atau cedera serius. Kebanyakan penderita ARDS telah menjalani rawat inap di rumah sakit karena alasan lain.

Sekitar 40% orang-orang (4 dari 10 orang) yang terkena ARDS tidak mampu bertahan. Artinya 60% (6 dari 10 orang) akan mampu bertahan.

Apa yang menyebabkan ARDS?

ARDS dapat disebabkan banyak hal meliputi:

  • Infeksi di aliran darah (sepsis). Ini adalah penyebab tersering dari ARDS
  • Sebuah cedera serius di kepala atau dada, atau perdarahan parah yang disebabkan oleh cedera atau kecelakaan.
  • Infeksi pada paru-paru (pneumonia).
  • Melakukan banyak transfusi darah.
  • Menghirup muntahan dan masuk saluran napas.
  • Menghirup asap beracun.

Apa saja gejalanya?

ARDS dapat berkembang dengan cepat. Gejala utama adalah sesak napas berat dan bernafas dangkal/tersengal-sengal.

Bagaimana ARDS didiagnosis?

Dokter Anda akan mendiagnosa ARDS berdasarkan pemeriksaan medis dan fisik dan tes lainnya.

  • Pemeriksaan gas darah arteri dapat dilakukan untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah.
  • Anda dapat memiliki pemeriksaan lainnya, termasuk:
  • Sinar-X dada, untuk mencari cairan di paru-paru.
  • CT scan dada, yang dapat menunjukkan masalah dengan paru-paru, seperti pneumonia atau tumor paru-paru.

Bagaimana penyakit ini dirawat?

ARDS dirawat di unit perawatan intensif. Pengobatan berfokus pada mendapatkan oksigen ke paru-paru dan organ lainnya, dan kemudian mengobati penyebab ARDS.

Baca Juga:  Waspada Penyakit Angin Duduk Bisa Menyebabkan Kematian Mendadak

Terapi oksigen dapat diberikan melalui masker oksigen. Jika penderita masih mengalami kesulitan bernapas, dokter akan memasukkan tabung pernapasan yang terhubung ke mesin (ventilator). Tabung pernapasan akan membantu penderita bernapas sampai bisa bernapas sendiri.

Dokter dapat juga memberikan obat-obatan, seperti antibiotik, untuk mengobati infeksi yang mungkin menyebabkan ARDS. Penderita mungkin juga akan diberikan cairan melalui infus.

Bagaimana para penderita yang bertahan hidup setelah ARDS?

Di antara orang-orang yang bertahan hidup dari ARDS, beberapa sembuh sepenuhnya. Tapi hal tersebut membutuhkan beberapa tahun.

Beberapa penderita lain memiliki masalah kesehatan jangka panjang, seperti:

  • Masalah pernapasan, seperti sesak napas. Bagi sebagian orang, ini akan hilang dalam waktu 6 bulan. Tapi bagi orang lain, masalah pernapasan tidak kunjung pergi.
  • Kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari karena kelemahan dan kelelahan.
  • Masalah fokus pada tugas-tugas dan masalah dengan memori.

ARDS adalah kondisi serius, dan dapat pulih seperti sedia kala adalah suatu kerja keras. Hidup penderita dapat berubah. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin bisa membantu:

  • Mencoba rehabilitasi paru. Ini dapat membantu penderita mendapatkan pernapasan dan paru yang lebih kuat dan dapat meningkatkan kualitas hidup.
  • Ingat bahwa penderita tidak harus melakukan semuanya sendiri. Meminta keluarga dan teman-teman untuk membantu dengan tugas sehari-hari.
  • Bergabung dengan kelompok pendukung pasien untuk dapat berbicara tentang perasaan masing-masing penderita dalam lingkungan yang mendukung. Tanyakan kepada dokter tentang kelompok-kelompok seperti ini di lingkungan Anda.