Sindrom Asperger Bukan Autis

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

DokterSehat.com – Andra (5 tahun), tampak sehat dan cerdas masuk ke ruang praktek dokter. Menjawab pertanyaan dengan santun, ”Kabar saya baik, bagaimana dengan kabar Anda?”

Ketika dokter bertanya tentang sekolah, tiba-tiba Andra bercerita tentang Anak Gunung Krakatau yang dikabarkan akan meletus, lengkap dengan cerita bagaimana terjadinya proses letusan gunung berapi disertai banjir lahar dan lava serta mengajak sang dokter berdiskusi tentang Gunung Kelud yang memperlihatkan gejala sama.

Topik pembicaraan tidak juga beralih meskipun dokter berusaha mengalihkan pembicaraan dengan pertanyaan ringan seputar teman sekolahnya. Orang tua Andra bercerita bahwa putera mereka mengenal huruf sejak usia 18 bulan dan dapat membaca dengan belajar sendiri sebelum berusia 3 tahun. Sejak bisa membaca Andi lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca sains ketimbang bermain bola atau sepeda.
Jeniuskah Andi? Pastinya ya, lalu apa yang salah dengan Andi?

Di sekolah ternyata teman-teman Andi tidak suka bermain dengannya karena menganggap Andi aneh. Alih-alih membicarakan film Spongebob dengan teman-temannya, Andi lebih suka bercerita bagaimana pesawat ruang angkasa bisa mendarat di bulan.

Andi pun sering diejek karena tutur katanya sangat sopan seperti di buku bahasa dengan intonasi yang datar dengan gaya bahasa seperti orang dewasa. Andi juga kerap balik menirukan pertanyaan yang ditujukan kepadanya.

Di mata guru, Andi anak yang sangat cerdas, ”berbeda” dengan anak lain, lebih senang menyendiri dan sibuk dengan buku dan kadang tidak perduli dengan orang lain atau jika diajak bicara. Apa masalah yang terjadi pada Andi? Autis ? anak super jenius?…… ternyata bukan, Andi menunjukkan gejala sindrom Asperger.

Apa itu sindrom Asperger ? apakah termasuk bagian dari autis?

Sindrom Asperger (SA) termasuk gangguan perkembangan yang mempengaruhi kemampuan seorang anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi. Anak laki-laki 3-4 kali lebih banyak terkena dibandingkan anak wanita.

Tanda dan gejala anak SA antara lain :

Problem sosialisasi :

  • Anak SA sebenarnya ingin berteman tetapi sering ditolak atau diejek oleh teman-temannya.
  • Kurang atau tidak mengerti bagaimana perasaan orang lain.
  • Tidak mengerti humor dan norma-norma sosial yang berlaku
  • Menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial yang berlaku.
  • Kurang fleksibel karena lebih suka pada rutinitas sehingga sulit beradaptasi.
Baca Juga:  Tekanan Darah Tinggi

Problem komunikasi :

  • Dalam percakapan, anak SA akan lebih banyak bicara tentang hal yang diminatinya tanpa memperdulikan apakah lawan bicaranya tertarik atau mengerti apa yang dibicarakan.
  • Tidak memahami komunikasi non verbal seperti ekspresi dan bahasa tubuh orang lain serta kurangnya kontak mata.
  • Terobsesi pada hal-hal yang sangat spesifik seperti statistik, jadwal kereta, cuaca dll.
  • Berbicara dengan suara yang monoton, datar, formal dengan kecepatan yang lambat atau cepat.
  • Kurang mampu berkomunikasi dua arah.
  • Kerap menginterupsi pembicaraan.

Problem motorik dan sensorik:

  • Koordinasi motorik halus yang kurang atau clumsy (canggung)
  • Kurang dapat menjaga keseimbangan dan meniru gerakan yang bersifat cepat, halus dan ritmik serta tulisan tangan yang tidak rapi,
  • Sensitif terdahadap suara, raba, rasa, cahaya, bau, nyeri dan suhu serta tekstur makanan.
  • Penyebab SA belum banyak diketahui, diduga karena faktor genetik dan kelainan struktural daerah tertentu di otak.

Bagaimana membedakan Sindrom Asperger dengan autis terutama jenis high functioning autis (autis dengan kemampuan verbal dan kognitif yang baik) ?

Autis juga bermasalah dalam hal komunikasi dan sosialisasi serta minat yang terbatas. Beberapa ahli memasukkan SA dalam ASD (Autistic Spectrum Disorder). Ahli lain menyatakan bahwa SA berbeda dengan autis maupun ASD. Akan tetapi hampir semua sepakat bahwa perbedaan utama antara SA dengan autis maupun ASD adalah anak SA memperlihatkan perkembangan bahasa/bicara serta kecerdasan yang normal sesuai usianya, bahkan kemampuan ini kadang melebihi usia. Sehingga anak SA tidak datang dengan keluhan terlambat bicara tetapi dengan keluhan masalah di sekolah karena kurangnya sosialisasi atau dianggap aneh.

Apakah anak kita menunjukkan gejala SA ?

Kadang sulit untuk dijawab karena sebagian anak masih bersifat egosentris dalam bersosialisasi serta membicarakan hal-hal yang itu-itu saja seperti mainan atau tokoh kartun favoritnya.Tetapi jika hal-hal tersebut sampai mengganggu sosialisasi dengan teman-temannya , menganggu proses belajar serta anak kita dianggap eksentrik maka sebaiknya berkonsultasi dengan para ahli.

Referensi
http://www.emedicinehealth.com
A parents guide to Asperger Syndrome & High functioning autism, by Sally Ozanoff PhD, Geraldine Dawson PhD, James Mc Portland, PhD

Print Friendly
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

  1. Han

    Saya mempunyai kakak kelas yang gejalanya hampir mirip seperti Andra. Dan dia juga sangat jenis terutama matematika. Saat berkomunikasi (baik lisan maupun tulisan) meskipun dengan adik2 kelasnya selalu menggunakan bahasa formal dengan kecepatan yang cepat, selalu memakai baju formal berwarna hitam-putih. Selalu mematuhi tata tertib yang berlaku. Dia hanya tertarik membicarakan masalah seputar matematika & keagamaan. Pendengarannya sangat tajam. Lebih senang menyendiri & mengerjakan soal2 matematika. Mempunyai sifat egoisme yg sangat tinggi & gampang marah. Memiliki obsesi mjd juara pertama olimpiade matematika internasional. Tapi dia mempunyai kesadaran sosial & toleransi keagamaan yg sangat baik. Menurut teman2 saya dia menyandang autis (tapi kalau menurut saya bukan). Kata teman2 saya dan kakak2 kls yg lain, penyebabnya adalah krn sejak kecil dia dipukuli orangtuanya jika tdk mndpt nilai 100 (bahkan disuruh berjalan kaki dr rumah ke sekolah dgn jarak yg sangat2 jauh).

    Saya ingin bertanya apakah kk kelas saya ini menderita SA, jika iya bagaimana cara menyembuhkannya? Tarimakasih dokter.

  2. dr. Ronald Iskandar

    @Han – memang ada gejala ke arah SA, bisa juga karena gangguan pada perkembangan anak tersebut. untuk lebih jelasnya anda dapat menghubungi psikiater di daerah anda..thx.

  3. sandra

    Salam kenal Dok.. saya punya anak lelaki usia 5th, di sekolahnya (TK B) sulit sosialisasi dg temannya sejak dari playgrup, tp dia mudah sekali ngobrol dg gurunya.. utk olah raga dan senam/tari sepertinya dia memang kurang terampil Dok.. tp bicaranya sdh lancar sejak menjelang usia 3th, tp terkadang mudah kesal/putus asa klo ada hal yg tidak sesuai harapannya dia.
    Klau saya ajak ke Mall, dia pilih2 dulu Dok, main di playgrounds/tempat makan yg tempatnya gelap dia akan menolak masuk.
    Apakah ini sesuai ciri2 Asperger? bila tidak, ada apa dg anak saya?
    Penjelasannya akan sangat berarti bagi saya, terima kasih sebelumnya..

  4. Dr. Ronald Iskandar

    @sandra – sepertinya hal ini belum bisa dipastikan, diperlukan pemeriksaan yg lebih dalam, sebaiknya anda berkonsultasi dgn psikiater trdekat..thx

  5. Caecilia

    Anak saya didiagnosis menyandnag AS, baru kuliah di FTMD-ITB, yang saya takutkan adalah bahwa kondisi dia tidak dapat diterima oleh dosen2nya sehingga menghambat pendidikannya. Bagaimana mendurut dokter? saya sudah lapor ke Bimbingan Konseling kampus tapi belum mendpat respon.

  6. dr. Ronald Iskandar

    @Caecilia – memang perlu dikomunikasikan secara langsung dengan BK dan dosen walinya mengenai kondisi anak tersebut, saya rasa di sekolah2 sebelumnya anda juga sudah pernah menghadapi situasi seperti ini, semoga berhasil..thx..

  7. lina haris

    saya punya anak 13 tahun kelas 1 smp. dia punya kebiasaan aneh…suka tertawa sendiri kalo ditanya katanya mengingat peristiwa lucu yang terjadi beberapa hari yang lalu. dia suka nonton film horor/action…trus film tersebut adegannya diulang kadang gerakan cepat kadang lambat…setelah itu dia akan tertawa sendirian alasannya gambarnya jadi lucu…kadang2 suara filmya dimainkan dari suara besar sampai suara jadi sperti miki mouse nah itu bisa membuat lebih tertawa lagi…disuruh belajar susah…main PS nya kuat…..disuruh eskul ga mau misal karate, taekwondo…malah maunya wushu….yang positif dari dia …sholatnya rajin (alhamdulillah)..kalau diomelin orang tua…diam tidak membantah…anak saya normal ga sih ..dokter?

  8. iman sutrisna

    slam knl dok, dimanakah ada pengobatan untk ank autis,?…. Harus kedkter spesialis apa dok?……mhn imformasinya?

  9. iman sutrisna

    ankku umur 6thn dok, skrang sekolah kelas 1 sd ,tpi disekolah ia kurang menang kap apa yang di sebutkan oleh gurunya? Waktu dikte bacaan? Pada hal ia mengikuti perkataan gurunya waktu mendikte hurup ?dirumahpun ia beda dok saat ada yg menanya kan ? Seperti ? Mau kemana ? Ia selalu diam dan acuh sja sperti tdk ada yg menyapa.? Pertanyaan sya dok? Apakah ank saya dpt dikatagorikan menderita autis dok? Dan hrs kemanakah sya? Utk cek msalah ini?…adakah dokter untuk spesialis autis? Mhn imformasi nya dok? Karena saya orang awam dok?….sya mengharapkan impormasi dri dokter? Terima kasih

  10. iqchaw

    salam kenal dok…saya punya seorang putra umur 7th kls 1 SD, dari hasil psikotes dan pengamatan walikelasnya yg kebetulan adlh sarjana psikologi, anak sy dikategorikan memiliki gejala autis. anak saya suka membicarakan tentang pesawat terbang, selalu berkhayal ttg pesawat, pilot, bandara. sampai2 orangpun hrs mengikuti khayalannya.ciri2nya hampir sama dg cerita diatas. dia suka terpaku pd roda yg berputar. kadang dia temper tantrum atau mengamuk, susah mengendalikan emosi, kadang juga msh mengompol, tapi dari hasil psikotesnya dia tergolong anak yang cerdas.
    pertanyaan saya..apakah dia autis atau SA dok? apa yang seharusnya saya lakukan utk memperlakukan anak saya spy dia bs bersosialisasi dg luwes. apakah baik jika saya menggunakan perumpamaan seperti masuk dalam khayalannya utk menjelaskan hal2 penting(adab pergaulan) mis: mengumpamakan sekolah adlh peswat terbang yg terbang pukul 6.30 dan hrs pulang jam 2 siang..dsb). atau hrs dg bahasa yg lugas dan sebenarnya?
    terima kasih

  11. rina

    slm knal dok,mhn bntuanny krn smpi saat ini sy blm mndptkn dokter yg bs brlama2 utk knsultasi. anak sy berumur 4 th 2 bln, laki2. sblm usia 4 th anak sy blm bs bnyk komunikasi 2 arah tp stlh 4 th ini dy sdh mulai bnyk komunikasi 2 arah. anak sy hyperaktif, suka menceritakn berulang2 apa yg sdh ditontonnya. daya ingatnya kuat.oya anak sy sdh skolah di TK A. guru skolahnya bil:bhw anak sy bs mnangkap plajaran walaupn dy tdk memperhatikn guru yg mnerangkn.anak sy mau brteman tp susah utk memulai duluan. kdg2 suka memprhatikn bnda2 yg brputar/panas matahari bserta bayangnnya, tp sy brusaha mngalihkn prhatiannya dr aktifitasnya tsb dan hal itu sdh mulai brkurang. prlu dokter ktahui bhw sy sdh hmpr 5 bln mntrapi anak sy,mulai dr trapi okupasi,trapi bicara,trapi brmain,sosialisasi dan kdisiplinan. yg ingin sy tanyakn, apakh ciri2 anak sy mngarah k SA ? sy bnr2 mnunggu dan mnghrpkn jwbn dokter. trimakasih.

  12. Baz

    Saya sedang mencari spesialis yang bisa mendiagnosa secara resmi asperger’s di orang dewasa. Apakah ada saran?

    Terima kasih.

  13. dr. Ronald Iskandar

    @Baz@rina – untuk anda berdua saya sarankan memeriksakan ke dokter ahli jiwa / psikiater di kota anda untuk mendapatkan penjelasan dan pemeriksaan yang lengkap..thx..

  14. Anonymous

    Dear Ibu Rina…

    memang seperti itulah gejala SA,karena anak saya yang berusia 5 tahun juga memiliki ciri yang sama. karena saya sibuk bekerja,hingga baru sempat membawa ke Dokter psikiater kemarin sore.Anak kita istimewa bu…dia tidak autis atau hyper. tapi anak kita membutuhkan pengertian dan unconditional Love terutama dari keluarganya.

    salam sayang buat anak ibu.

  15. Pingback: Sindrom Asperger | Eda Sutjipto

  16. Bina

    Slam knal dok.

    Sya punya tmn dia orangnya pendiam dan lebih suka tempat gelap, dia jga mdah ptus asa. Klau d ajak bcara dua arah kadang kadang suka gak nyambung dan dia juga jika sdah tertarik pda suatu hal dia akan terus mendalaminya. Tmn tmn saya banyk yg mengatainya aneh tpi dia bilang dirinya tdk aneh. Dia krg aktif pda hal lain hanya mau mendalami apa yg dia ska sja dok. Dia jga benci suara bising kadang dia menjerit atau marah jika mendengar sesuatu yang bising. Diapun merasa canggung untuk tersenyum. Bagaimana dok apa itu gejala SA?. Tnx

    1. dr. Vanny Bernadus

      Memang Ada gejala2 yg mengarah ke SA, namun perludilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk Lebih jelas. Kami sarankan,sebaiknya diperiksakan Dulu ke psikiater. Trims

  17. Popy

    Salam kenal dok….putra pertama saya (12 th), pada usia 5 tahun kami membawa dia konsultasi ke psikolog, karena dia memperlihatkan gejala persis sama dengan cerita ANDRA diatas, berjalan pada usia 15 bulan, berbicara pada usia 3 tahun dan mengenap huruf pada usia 18 bulan dan setelah bisa berbicara langsung belajar membaca dan berhitung dengan cepat.
    Saya melihat perkembangan bicara dan tingkah lakunya tidak seperti anak-anak yang lain, dari keterangan psikolog, anak saya didiagnosa mengidap SINDROM ASPEGER, psikolog menyarankan untuk dilakukan terapi pada anak saya, karena kita tinggal di daerah dengan fasilitas yang terbatas, kita tidak melakukan terapi seperti yang disarankan psikolog, waktu dia masuk SD prilakunya dianggap aneh oleh sebagian guru dan teman-temannya, dia tidak bisa berinteraksi dengan teman-teman sekolahnya, dalam hal pelajaran dia lebih menonjol pada pelajaran berhitung, dia juga lebih tertarik pada buku-buku dan peta. Tetapi dia lamban atau kurang memahami pelajaran dengan pemahaman atau analisa.

    Saat ini diusia 12 th dia duduk di bangku SMP kelas 1, dia minta sekolah di kota yang jauh dari tempat kami tinggal, karena dia sekolah di swasta, harapan saya semoga dia bisa mendapatkan teman yang lebih baik dari waktu dia masih SD, ternyata tidak ada yang berubah, teman-teman barunya di SMP mulai melihat sikap dan prilaku aneh anak saya begitu juga dengan guru-gurunya, teman-temannya yang sudah tahu kekurangan anak saya mulai mengganggu dan memanfaatkan anak saya untuk dijadikan permainan mereka. Anak saya gampang tersinggung dan emosi, pada saat dia tersinggung, dia bisa merusak barang-barang seperti penanya dibanting ke lantai atau kaca mata yg dia pakai dibanting ke tanah.

    Gurunya menyarankan kami membawa anak saya ke PLA (Pusat Layanan Autis) di kota tempat anak saya sekolah, disana anak saya di assesmen dan tes IQ, dari hasil assesmen anak saya disarankan di dampingin Guru Pendamping, akhirnya pihak PLA merekomndasikan guru pendamping untuk anak saya dari lulusan pendidikan luar biasa sekaligus terapis anak saya.

    Baru 1 bulan berjalan masalah lain datang lagi, pada saat jam pelajaran kebetulan guru tidak masuk ke kelas, alhasil selama 1 jam itu anak saya habis-habisan di bully sama teman di kelasnya, karena dia tidak bisa berdaya untuk melawan teman-temannya, anak saya meluapkan emosinya dengan melempar kaca matanya dari lantai 3 ke lantai 1, disitu guru-gurunya baru bertindak setelah anak saya sudah puas dipermainkan teman-temannya, saya sangat sedih dok dengar cerita dari anak saya. Saya merasa anak saya tidak aman sekolah disana, dan dia pun minta pindah sekolah ke tempat daerah saya berada.

    Kemudian dia saya pindahkan ke SMP Negeri di tempat saya tinggal, hari pertaman sekolah saya sudah memberitahu kepada wakil kepala sekolah dan wali kelasnya tentang anak saya, guru-gurunya pun sudah memberitahu teman-teman sekelasnya untuk tidak mengganggu anak saya.

    Masalah baru pun muncul dok, seminggu sekolah di tempat yang baru, pada saat upacara bendera anak saya cerita kalau dia ditendang dibagian perutnya sama teman yang beda kelas, itu pun saya tau karena saya melihat seragam sekolahnya kotor dibagian perutnya, anak saya tidak terbuka dok, kalau saya tanya siapa saya yang jahatin dia di sekolah baru dia mau cerita.
    Saya sedih, marah, sampai menangis mendengar ceritanya dok, saya betul-betul stress melihat kondisi anak saya, sampai kapan dia merasakan ketidaknyaman kondisi lingkungan tempat dia menuntut ilmu….??

    Saat ini saya sangat stress memikirkan kondisi anak saya dok, rencana saya mau mulai terapi lagi anak saya, apakah belum terlambat kalau saya bawa anak saya terapi pada usia 12 th ini dok ?? seberapa besar kemungkinan anak saya bisa normal seperti anak-anak yang lain dok….?? Mohon solusi terbaik dari dokter, terima kasih atas jawaban dari dokter.

  18. Gessy

    Salam dokter.Apakah benar anak saya mengidap penyakit SA karena saat anak saya masih kecil tidak memiliki teman sama sekali sampai sekarang. Mata pelajaran bagus ga jenius amat namun memiliki minat melukis juga. Kadang saya pukul kalau ga dapat nilai bagus atau rapot turun. Tapi setelah mulau remaja mulai dilepas ga di pukulin lagi. Dari kecil juga anak saya ga pernah keluar rumah terutama sama teman-teman kecuali saat anak saya sekolah, les, acara penting. Terkadang anak saya pergi gituan mempunyai rasa untuk mau cepet pulang ke rumah karena berpikir ngapain lama lama mending pulang .

    1. Dr. Yulia Evita

      selamat pagi bapak,
      penegakan diagnosis asperger tidak bisa dengan gejala saja harus dilakukan pemeriksaan langsung dan beberapa pertimbangan lainnya mengenai pola asuh dan kepribadian anak.
      mohon maaf saya tidak bisa memutuskan apakah anak anda terkena SA atau bukan karena gejala SA dimulai dari anak masih kecil bukan ketika anak sudah mulai sekolah.
      bawalah ke dokter terdekat agar dilakukan pemeriksaan yang lengkap.
      terimakasih

Leave a Comment

Isi Angka Dibawah Untuk Menghindari Spam *