Sifilis – Penyebab dan Tahap

Sifilis adalah penyakit yang sangat menular menyebar terutama oleh aktivitas seksual, termasuk seks oral dan anal. Kadang-kadang, penyakit ini dapat ditularkan ke orang lain melalui ciuman yang lama atau kontak tubuh. Meskipun penyakit ini menyebar dari luka dan jaringan yang meradang, sebagian besar penderita tidak sadar adanya luka yang tidak dikenali. Orang yang terinfeksi sering tidak menyadari penyakit dan tidak sadar sedang menularkan pada pasangan seksual nya.

doktersehat-penyakit-kelamin-sifilis

Wanita hamil dengan penyakit ini dapat menularkan ke bayi mereka. Bayi yang terkena lalu akan mengalami sifilis kongenital, yang dapat menyebabkan kelainan atau bahkan kematian pada anak.

Sifilis tidak dapat menyebar pada kursi toilet, tombol-tombol pintu, kolam renang, kolam air panas, bak mandi, pakaian bersama, atau peralatan makan.

Apa Penyebab Sifilis?
Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Seberapa Sering Sifilis Terjadi?
Dahulu, sifilis pernah menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang utama, biasanya menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang yang serius seperti radang sendi, kerusakan otak, dan kebutaan. Ini merupakan tantangan bidang kedokteran sampai akhir 1940-an, ketika antibiotik penisilin pertama kali dikembangkan.

Menurut CDC, tingkat kasus baru sifilis telah anjlok pada tahun 1990 dan pada tahun 2000 mencapai tingkat teredah sejak pelaporan dimulai pada tahun 1941. Namun, kasus baru sifilis meningkat dua kali lipat antara tahun 2005 dan 2013 dari 8.724 ke 16.663 pasien.

Bagaimana Saya Tahu Jika Saya Memiliki Sifilis?
Infeksi sifilis terjadi dalam tiga tahap yang berbeda:

  • Sifilis awal atau primer. Orang dengan sifilis primer akan mengalami satu atau lebih peradangan kulit. Luka biasanya berupa borok kecil yang menyakitkan. Mereka terjadi pada alat kelamin atau di atau di sekitar mulut antara 10-90 hari (rata-rata tiga minggu) setelah terpapar. Bahkan tanpa pengobatan, borok atau luka ini akan sembuh tanpa bekas luka dalam waktu enam minggu.
  • Sifilis tahap sekunder dapat berlangsung satu sampai tiga bulan dan dimulai dalam waktu enam minggu sampai enam bulan setelah terpapar. Orang dengan sifilis sekunder mengalami ruam kemerahan seperti tembaga biasanya pada telapak tangan dan telapak kaki. Namun, ruam dengan penampilan yang berbeda dapat terjadi pada bagian lain dari tubuh, kadang-kadang menyerupai ruam yang disebabkan oleh penyakit lain. Mereka juga mungkin mengalami kutil lembab di selangkangan, bercak putih di bagian dalam mulut, kelenjar getah bening bengkak, demam, dan penurunan berat badan. Seperti sifilis primer, sifilis sekunder akan sembuh tanpa pengobatan.
  • Sifilis laten. Di sinilah infeksi tertidur (tidak aktif) tanpa menyebabkan gejala.
  • Sifilis tersier. Jika infeksi tidak diobati, infeksi sifilis akan berkembang ke tahap selanjutnya ditandai dengan masalah berat pada jantung, otak, dan saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan, kebutaan, demensia, tuli, impotensi, dan bahkan kematian jika tidak diobati.