Apa Itu Sianida?

DokterSehat.Com – Baru-baru ini, media massa diramaikan oleh adanya berita tentang seseorang yang dikabarkan mengalami meninggal dunia karena keracunan sianida. Hal ini tentu membuat kita bertanya-tanya. Apakah sebenarnya sianida itu? Apa efeknya bagi kesehatan? Apakah tanda dan gejala keracunan sianida mudah untuk dikenali? Dan tidak adakah yang bisa kita lakukan jika kita mengalami sendiri atau menemukan orang lain dengan tanda-tanda keracunan sianida? Untuk itu, mari kita simak penjelasan berikut.



Apa itu sianida?

Sianida adalah suatu zat kimia yang bekerja secara cepat dan berpotensi mematikan. Zat kimia dapat ditemukan dalam berbagai bentuknya. Sianida dapat berupa gas yang tidak berwarna, misalnya hidrogen sianida (HCN) atau sianogen klorida (CNCl), atau bisa juga berupa kristal seperti natrium sianida (NaCN) atau kalium sianida (KCN). Sianida kadang-kadang digambarkan memiliki bau seperti almond, tetapi zat ini tidak selalu berbau, dan tidak semua orang mampu mengenali baunya.

Di mana sianida bisa ditemukan dan apa kegunaannya?

Sianida terbentuk dari bahan-bahan alami yang terkandung dalam beberapa makanan dan tanaman tertentu, misalnya singkong, Lima bean, dan almond. Biji dari beberapa jenis buah, misalnya aprikot, apel, dan buah persik (peach), juga mengandung beberapa zat yang dapat mengalami metabolisme menjadi sianida. Bagian yang bisa dimakan dari tanaman tersebut biasanya juga mengandung zat-zat tersebut, tetapi hanya dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga tidak berpotensi menjadi racun.

Sianide juga terdapat di dalam rokok dan hasil pembakaran bahan sintetis seperti plastik. Zat-zat tersebut akan terbentuk jika benda-benda tersebut terbakar.

Di dalam industri, sianide digunakan untuk membuat kertas, tekstil, dan plastik. Sianide juga ada di dalam bahan yang digunakan untuk memproses foto. Garam-garam sianide banyak digunakan dalam industri logam. Gas sianida digunakan untuk memberantas hama di kapal-kapal dan gedung-gedung.

Jika tidak sengaja tertelan, zat kimia yang terdapat dalam produk-produk berbasis asetonitrit seperti yang banyak digunakan untuk melepas kuku palsu dapat berubah menjadi sianida setelah mengalami metabolisme di dalam tubuh.

Bagaimana kita bisa terpapar oleh sianida?

Kita dapat terpapar sianida dengan menghirup udara, minum air, makan makanan, atau menyentuh tanah yang mengandung sianida. Sianida itu dapat masuk ke dalam air, tanah, maupun udara sebagai bagian dari proses alamiah atau dampak dari aktivitas industri.

Bagaimana sianida bekerja di dalam tubuh?

Berat atau tidaknya suatu kondisi yang disebabkan oleh keracunan sianida bergantung pada jumlah sianida yang mengenai orang tersebut, jalur atau cara orang tersebut terpapar sianida, dan lamanya waktu paparan. Menghirup gas sianida biasanya menyebabkan kondisi yang paling berat, meskipun menelannya juga akan berakibat buruk.

Gas sianida ini paling berbahaya jika berada dalam tempat yang tertutup. Gas ini dapat menguap dan terpecah secara cepat di udara terbuka sehingga menjadi lebih aman. Gas sianida ini sifatnya lebih ringan daripada udara sehingga akan cenderung berada di atas.

Baca Juga:  Brokoli Mampu Obati Infeksi Lambung

Sianida menghalangi kemampuan sel-sel tubuh untuk menggunakan oksigen. Jika sel tidak bisa menggunakan oksigen, sel tersebut akan mati. Sianida lebih berbahaya bagi organ jantung dan otak karena kedua organ inilah yang paling banyak membutuhkan oksigen.

Apa sajakah tanda dan gejala paparan sianida?

Orang dapat terpapar sianida dalam jumlah kecil dengan menghirupnya, menyentuhnya sehingga sianida menembus kulit, atau memakan makanan yang mengandung zat ini. Hal tersebut dapat menimbulkan gejala dan tanda berikut ini dalam beberapa menit saja.

  • Pusing
  • Nyeri kepala
  • Mual dan muntah
  • Napas cepat
  • Denyut jantung cepat
  • Gelisah
  • Lemas

Paparan sianida dalam jumlah yang besar dengan cara apapun dapat menyebabkan gejala-gejala berikut.

  • Kejang
  • Penurunan kesadaran atau pingsan
  • Tekanan darah rendah
  • Cedera pada paru
  • Gagal napas yang akhirnya menyebabkan kematian
  • Denyut jantung lambat

Namun, perlu diperhatikan bahwa munculnya gejala dan tanda seperti di atas tidak selalu menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami keracunan sianida, karena tidak sedikit penyakit lain yang juga dapat menimbulkan gejala yang sama seperti di atas.

Seseorang yang dapat bertahan hidup setelah mengalami keracunan sianida masih mungkin mengalami efek jangka penjangnya yang dapat mengakibatkan kerusakan jantung, otak, dan serabut saraf.

Bagaimana cara mencegah paparan sianida dan apa yang harus dilakukan jika terlanjur terpapar sianida?

Karena udara cenderung menjadi jalur utama paparan sianida, jauhi daerah dimana terdapat gas sianida yang terlepas ke udara dan segera cari tempat dengan udara yang segar. Jika gas sianida terlepas ke udara terbuka, segeralah menjauh dari daerah tersebut. Jika gas sianida terlepas di dalam ruang tertutup, segeralah keluar dari ruangan tersebut. Jika kita tidak mungkin keluar dari ruangan tersebut, menunduklah serendah-rendahnya karena sifat gas sianida yang ringan dan selalu berada di atas udara.

Jika merasa mungkin sudah terpapar sianida, segeralah lepaskan pakaian, lalu mandi dengan air dan sabun, dan segera hubungi dokter.

  • Melepaskan pakaian. Lepaskan pakaian dengan cepat. Jika pakaian harus dilepaskan dengan melewati kepala, sebaiknya dipotong saja agar tidak perlu melewati kepala. Jika membantu orang lain yang terpapar sianida untuk melepaskan pakaiannya, sebaiknya menggunakan pelindung agar sianida tidak menyentuh kulit sendiri.
  • Segeralah mandi dengan air dan sabun. Jika terkena mata, cuci mata dengan air selama 10-15 menit. Jika mengenakan kaca mata atau perhiasan, kaca mata atau perhiasan tersebut juga harus dilepaskan dan dicuci bersih sebelum dipakai kembali.
  • Segera hubungi dokter.
  • Jika orang tersebut tidak sadar, lakukan pemeriksaan jalan napas (Airway), pernapasan (Breathing), dan sirkulasi darah (Circulation) secara cepat. Lakukan resusitasi jantung paru bila perlu dan bila sudah terlatih untuk melakukannya.

Jika orang tersebut keracunan sianida karena tidak sengaja tertelan, segeralah hubungi dokter. Bila memungkinkan, bawalah sampel dari makanan atau minuman yang mungkin tertelan oleh orang tersebut atau tempat makanan atau minumannya agar dapat segera diperiksa di laboratorium.