Setelah Terbentur Kepalanya, Gadis Ini Justru Didiagnosis Terkena Kanker Otak

DokterSehat.Com – Sungguh malang nasib yang menimpa gadis kecil bernama Jade Bridier. Gadis yang baru berusia 4 tahun ini dikenal sebagai anak yang cantik, cerdas, dan ceria oleh keluarga dan teman-temannya. Sang ibu, Vicky, bahkan menyebut Jade sebagai seseorang yang ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja. Sayangnya, saat melakukan liburan, Jade terjatuh dan mengalami benturan keras di kepalanya. Tak disangka, benturan ini justru membuka fakta mengerikan tentang kesehatan Jade; sang gadis kecil ternyata mengidap kanker mematikan!

doktersehat-anak-flu-pilek-sakit

Saat terjatuh, kepala bagian belakang Jade terbentur dengan keras sehingga membuat penglihatannya terganggu. Saat berbicara dengan ibunya, Jade bahkan mengaku ibunya terlihat seperti ada dua karena hal ini. Setelah keluarganya pulang ke Texas, orang tua Jade pun langsung membawanya ke rumah sakit untuk mengetahui masalah apa yang menimpa sang buah hati. Jade pun langsung menjalani CT scan dan kemudian diperiksa oleh dokter saraf. Dokter saraf ini ternyata menemukan adanya sesuatu pada bagian pons yang ada di batang otak sang gadis kecil sehingga meminta Jade untuk melakukan tes MRI. Sebagai informasi, meski bagian pons ini hanya berukuran kecil, yakni sekitar 2.5 cm, bagian ini sangat penting untuk pengiriman sinyal saraf.

Setelah hasil tes MRI keluar, dokter saraf ini mengungkapkan kabar buruk dimana bagian pons otak Jade ternyata terdapat kanker otak berbahaya bernama Diffuse Intrinsic Pontine Glioma (DPIG). Setelah diagnosis ini, kondisi Jade langsung melemah dimana tak hanya penglihatannya yang semakin memburuk, Ia juga tak lagi mampu mengangkat kepala dan berjalan. Jade pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Anak Texas untuk mendapatkan pengobatan.

Saat dirawat di bagian PICU, Jade sudah tidak lagi mampu melakukan apa-apa, termasuk makan, menelan, hingga berbicara. Hanya saja, Ia masih bisa menulis di kertas untuk berkomunikasi. Setelah menulis kata ingin pulang ke rumah dan merasa lapar, Ia pun meninggal dunia, hanya 5 hari setelah didiagnosis terkena kanker yang sangat agresif dan langka ini.