Setelah Donald Trump Terpilih Sebagai Presiden, Empat Negara Bagian di Amerika Melegalkan Penggunaan Ganja

DokterSehat.Com – Dunia politik di Amerika Serikat dan bahkan seluruh dunia mendadak dibuat heboh dengan terpilihnya tokoh kontroversial Donald Trump menjadi presiden hingga empat tahun ke depan. Tak hanya dikejutkan dengan berita pemilihan presiden, rakyat amerika juga dikejutkan dengan peraturan baru di empat Negara bagian di Amerika, yakni California, Maine, Massachusetts, dan juga Nevada, yang melegalkan penggunaan marijuana atau yang kerap kita sebut sebagai ganja untuk tujuan rekreasional dan kesehatan.

doktersehat-ganja

Hari Rabu, 9 November 2016 kemarin, ke empat Negara bagian tersebut memilih untuk melegalkan penggunaan marijuana. Sebenarnya, ada cukup banyak Negara bagian yang melakukan voting untuk menentukan apakah penggunaan ganja ini legal atau tidak. Namun, hanya Arizona yang tegas menolaknya dan Negara bagian lain layaknya Florida, Arkansas, Montana, dan North Dakota memilih untuk memberikan opsi khusus dimana penggunaan ganja diizinkan jika memang dibutuhkan untuk kepentingan medis.

doktersehat-rokok-ganja
Pakar kesehatan menyebutkan jika adanya legalisasi ganja pada empat negara bagian ini berarti ada lebih dari 20 persen warga Amerika yang memiliki akses bebas untuk menggunakan ganja untuk kebutuhan rekreasi atau bersenang-senang. Bahkan, banyak yang memprediksi jika langkah empat Negara bagian ini akan membuka jalan bagi legalisasi ganja di seluruh negeri.

Jaime Lewis, pakar legalisasi cannabis selama lebih dari 10 tahun ini menyebutkan jika legalisasi ini menjadi kemenangan bagi banyak advokat, peneliti, dan dunia medis secara keseluruhan. Meskipun masih dianggap kontroversial, telah banyak penelitian kesehatan yang dilakukan pada ganja.

Selain isu tentang legalisasi ganja, Amerika Serikat juga dibuat heboh dengan adanya peraturan kenaikan pajak bagi minuman dengan kadar gula yang tinggi di empat kota besar, yakni San Fransisco, Oakland, Albany, dan juga Boulder. Alhasil, ada kenaikan harga minuman bersoda yang cukup signifikan dan diharapkan mampu menurunkan angka konsumsi minuman yang banyak digemari masyarakat Amerika ini hingga 26 persen.