Sering Terkena Migren Nyeri Kepala? Ketahui Fakta Medisnya

DokterSehat.Com – Migren atau yang sering kita kenal nyeri kepala sebelah merupakan suatu nyeri kepala yang mengganggu sehingga bisa menurunkan produktivitas seseorang, bahkan ada yang harus sampai berbaring ditempat tenang untuk mengurangi nyeri yang dideritanya. Migren lebih sering dialami oleh kaum wanita dibandingkan pria dengan perbandingan 3 banding 1. Wanita diduga lebih rentan terkena akibat adanya pengaruh hormon.

doktersehat-migrain-wanita-sakit-kepala-kekurangan-vitamin-aneurisma

Tipe Penyakit Migren
Migren dibagi menjadi 2 macam yaitu migren dengan aura dan migren tanpa aura. Aura yang dimaksud disini adalah tanda tanda yang dirasakan oleh penderita migren yaitu seperti gangguan pemglihatan berupa kilatan kilatan cahaya, pandangan bertitik titik hitam, rasa kaku di leher, bahu atau rasa seperti tertusuk jarum.

Efek Samping Migren
Migren sendiri juga dapat disertai dengan rasa mual dan sesitivitas terhadap cahaya. Bahkan juga ada yang sensitif terhadap suara dan bau tertentu karena dapat memperberat migren. Selain itu migren juga dapat disertai pandangan kabur dan rasa seperti melayang.

Frekuensi Serangan Penyakit
Frekuensi serangan migren berbeda pada setiap orang, ada yang mengalami nyeri kepala beberapa kali seminggu tetapi ada juga yang hanya sekali ataupun bahkan mengalami serangan berikutnya pada tahun yang berbeda.

Penyebab Migren
Penyebab migren masih belum dapat diketahui secara pasti, meskipun begitu para peneliti mengetahui bahwa ada beberapa hal yang dapat memicu munculnya migren, yaitu stress, suara keras, bau yang menyengat, cahaya yang menyilaukan.

Pengobatan dan Perawatan
Ada beberapa jenis obat yang biasa digunakan oleh dokter untuk membantu mengatasi migren pada para penderitanya, pengobatan utama yang diberikan oleh dokter ketika seseorang mendapat serangan migren dapat berupa suatu preparat golongan triptan, ergot, opioid ataupun juga hanya berupa obat antiinflamasi non steroid berupa asam mefenamat ataupun ibuprofen. Jika serangan hanya ringan, dokter juga bisa hanya memberikan paracetamol untuk mengurangi nyeri yang diderita oleh pasien. Pada beberapa penderita membutuhkan obat anti mual karena serangannya bisa disertai mual yang berlebihan pada beberapa orang.