Sering Selfie Bareng Teman Bisa Menularkan Kutu Rambut

DokterSehat.Com – Kabar ini laik dengar bagi mereka umat Selfie. Bagi yang gemar mengambil foto Selfie grup hendaknya lebih berhati-hati. sebab, menurut seorang dokter dari Wisconsin mengatakan terlalu sering selfie bisa memicu penularan kutu rambut. Pendapat dokter ini menjadi kontroversi karena tidak disertai bukti ilmiah yang kuat.

doktersehat-narsis-narsistik

Dr Sharon Rink dari Klinik anak ThedaCare Wisconsin mengatakan kebiasaan para remaja menempelkan kepala ketika hendak berfoto selfie meningkatkan serangan kutu rambut dalam lima tahun terakhir. Ia mengatakan meski tak bisa melompat, kutu rambut bisa merayap dari satu kepala ke kepala lain dengan cepat.

Remaja bukan termasuk kelompok yang mudah terserang kutu rambut. Namun seiring maraknya selfie dan foto bersama, kepala mereka menjadi sering bersentuhan dan akhirnya saling menularkan kutu rambut, tutur Dr Rink, dikutip dari WBAY, Rabu (26/8/2015).

Pendapat Dr Rink ternyata mendapat sanggahan dari banyak ahli. Katie Shepherd, pendiri dan CEO the Shepherd Institute for Lice Solutions, organisasi nirlaba yang memberikan perhatian khusus soal kutu rambut, menyebut meningkatnya kasus kutu rambut pada remaja bukan terjadi karena selfie.

Shepherd meyakini bahwa kurangnya edukasi serta informasi pencegahan yang dilakukan sekolah membuat banyak remaja tak menyadari bahaya kutu rambut. Selain itu, banyak produk kesehatan rambut yang kini tak terlalu efektif untuk mencegah kutu hinggap.

Selfie tidak menularkan kutu rambut karena meskipun kepala kita berdekatan, jaraknya tidak cukup bagi kutu rambut untuk dapat merayap ke kepala lain, tutur Shepherd.

Ia menjelaskan bahwa kutu rambut dapat bergerak sejauh 9 inch per menit. Lain halnya ketika segerombolan anak atau remaja berkerubung untuk melihat video di ponsel. Kegiatan ini menurutnya lebih memungkinan untuk menularkan kutu rambut daripada selfie.

Baca Juga:  Sembarangan Diet, Picu Osteoporosis

Ahli lainnya, Nancy Gordon, CEO Lice Knowing You mengatakan jumlah kasus tertular kutu pada remaja tak harus selalu menyalahkan kebiasaan mereka berfoto bersama. Tapi, lebih cenderung pada kebiasaan remaja menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

Nancy mengatakan remaja yang sering menghabiskan waktu bersama misalnya di asrama akan lebih sering berdekatan dan berbagi produk rambut serta pakaian. Apalagi, remaja putri kerap berpelukan dan menyapa saat mereka bertemu. Jika memang ada di antara mereka yang berkutu, ia pun tak akan memberi tahu temannya yang lain.

The Centers for Disease Control and Prevention mengatakan bahwa tidak ada data pasti yang bisa diandalkan untuk mengetahui berapa banyak orang di Amerika Serikat yang terkena kutu. Tapi setidaknya diperikirakan parasit tersebut mempengaruhi 6 sampai 12 juta anak-anak usia 3 sampai 11 tahun.

BACA JUGA : Seks masa Kehamilan