Sering Mengalami Nyeri Ulu Hati Apakah Berbahaya?

DokterSehat.Com – Banyak masyarakat sering pergi ke dokter karena mengeluhkan nyeri di bagian ulu hati atau di bagian tengah perut. Apa saja penyebab nyeri ulu hati itu? Apakah berbahaya sering mengalami hal tersebut ?

doktersehat-sakit-perut

Banyak masyarakat berasumsi bahwa nyeri ulu hati adalah gejala dari penyakit maag sehingga apabila mereka mengalami nyeri ulu hati  mereka langsung mengkonsumsi obat untuk mengatasi maag. Memang, maag merupakan penyebab tersering dari gejala nyeri ulu hati. Akan tetapi itu tahukah Anda ternyata tidak hanya maag saja yang menjadi penyebabnya. Berikut adalah penyakit yang dapat menyebabkan nyeri pada ulu hati :

Penyakit GERD.  adalah suatu kondisi di mana seseorang merasa sensasi terbakar di belakang tulang dada (heartburn). Sensasi ini juga dapat dirasakan di daerah ulu hati. Hal ini timbul akibat naiknya makanan dan asam lambung dari lambung kembali ke kerongkongan. Asam lambung yang bersifat erosif mengiritasi apisan antara lambung sampai kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi terbakar.

Gastritis (Radang lambung). Merupakan peradangan lapisan lambung. Terjadi akibat asam lambung yang tinggi sehingga menyebabkan ulu hati sakit, mual, kembung dan penurunan berat badan.

Ulkus Peptikum. Merupakan penyebab tersering nyeri ulu hati. Adanya luka pada lambung ini selain menyebabkan sakit, juga menimbulkan mual dan jika berat penderita dapat mengalami muntah darah dan BAB berwarna hitam. Pada Ulkus duodenum rasa sakit ulu hati akan lebih buruk setelah makan, yakni 2-3 jam setelah makan.

Kanker Lambung. Keganasan pada lambung juga menyebabkan sakit di ulu hati. Hal ini ditandai dengan tidak hanya rasa sakit tetapi juga penurunan berat badan, sakit perut hebat, muntah darah dan manifestasi lain yang berbeda.

Gastroenteritis. Merupakan penyakit peradangan pada lambung dan sekaligus usus. Gejala utama adalah nyeri perut, demam, mual dan diare.

Pankreatitis. Pankreas adalah organ yang menghasilkan enzim yang membantu proses pencernaan dan hormon dalam mengatur upaya tubuh dalam memproses gula. Rasa sakit akut bisa dirasakan hingga ke punggung yang biasanya diiringi dengan muntah. Gejala lainnya adalah perubahan warna di sekitar pusar atau panggul, perut kaku, dan rasa sakit pada perut kian parah seusai makan.

Penyakit kantong empedu. Kantong empedu ini menyimpan dan mengkonsentrat cairan yang membantu tubuh mencerna lemak yaitu cairan empedu. Jika kantong empedu bermasalah, Anda akan merasakan sakit perut yang luar biasa secara konstan yang bisa diiringi dengan demam, mual, muntah, tubuh gemetar, tinja berubah warna, dan nyeri dada.