Sering Marah Dapat Memperpendek Umur

doktersehat-marah

DokterSehat.Com– Setiap orang pasti pernah merasa jengkel atau marah. Bahkan beberapa orang tidak mampu menahan kemarahannya. Lalu apa sebenarnya marah itu? Kemarahan adalah ketegangan jiwa yang muncul akibat penolakan terhadap apa yang tidak diinginkan, atau bersikukuh dengan pendapat tertentu tanpa melihat kesalahan atau kebenarannya.

Secara psikologis dan medis, kemarahan merupakan suatu sikap emosional yang berdampak negatif pada jantung. Saat marah, terjadi perubahan fisiologis seperti meningkatnya hormon adrenalin yang akan memengaruhi kecepatan detak jantung dan menambah penggunaan oksigen. Kemarahan akan memaksa jantung memompakan darah lebih banyak sehinga bisa mengakibatkan tingginya tekanan darah. Ketika seseorang menjadi marah, secara alami tubuhnya akan bereaksi dengan mengeluarkan banyak keringat atau menahan marah dengan mengepalkan tangan. Inilah yang menjadi indikator meningkatnya tekanan darah tinggi.

Pada saat marah, jantung juga akan berdebar lebih cepat. Menurut para ahli, serangan kemarahan dapat menyebabkan tingkat detak jantung meningkat menjadi 180 denyut per menit. Dalam situasi seperti ini, jantung akan menuntut lebih banyak oksigen sehingga Anda akan bernapas lebih cepat dan pendek. Kondisi seperti ini akan memperburuk kondisi jantung. Akibatnya bisa fatal bila pemarah tersebut memiliki penyakit darah tinggi atau jantung. Bahkan hasil penelitian modern menyimpulkan bahwa kemarahan berulang-ulang bisa memperpendek umur karena diserang berbagai penyakit kejiwaan dan penyakit jasmani.

Dampak kemarahan akan semakin parah saat dalam keadaan berdiri, karena semua urat dan otot mengencang sehingga meningkatkan jumlah hormon adrenalin. Keadaan seperti ini bisa mengakibatkan penyakit kanker. Berbeda jika marah pada saat duduk, maka adrenalin akan menurun.

Saat marah, Anda juga akan melepaskan hormon kortisol. Pelepasan hormon ini secara berlebihan dapat memiliki efek negatif, yaitu membuat tubuh rentan terhadap peradangan dan nyeri otot dalam jangka panjang, demikian yang dilansir Magforwoman.