Sering Kentut Tanda Adanya Masalah Pencernaan?

DokterSehat.Com – Meskipun terlihat sebagai hal yang kurang sopan untuk dilakukan, buang angin atau kentut adalah salah satu hal yang bisa memberikan rasa lega, khususnya jika perut kita terasa kembung sebelumnya. Kadangkala frekuensi kentut kita dalam sehari mengalami peningkatan secara masif yang seringkali diselingi dengan rasa kurang nyaman pada tubuh, khususnya bagian perut. Jika hal ini terjadi, apakah kondisi saluran pencernaan kita sedang mengalami masalah?

doktersehat-pantat-kentut

Biasanya, frekuensi buang angin yang meningkat akan diiringi dengan aroma kentut yang jauh lebih tidak sedap. Menurut pakar kesehatan sendiri, ada masalah yang terjadi pada saluran pencernan yang memicu bertambahnya frekuensi buang angin dan semakin tidak sedapnya bau kentut, namun, seringkali hal ini dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan bakteri yang berlebihan pada usus.

Menurut pakar kesehatan spesialis kesehatan saluran pencernaan bernama Ribka Gross, di dalam usus kita, khususnya area usus besar dan usus kecil, terdapat banyak sekali bakteri yang ikut membantu penyerapan makanan sekaligus memfermentasikannya. Jika pertumbuhan bakteri pada usus kecil sangatlah berlebihan dan tercampur dengan makanan yang belum benar-benar dicerna dengan sempurna, maka hal ini akan memicu bertambahnya produksi gas pada saluran pencernaan yang tentu akan memicu semakin seringnya frekuensi kentut kita dan semakin bau kentut kita.

Selain karena adanya pertumbuhan bakteri yang berlebihan, kebiasaan makan yang terburu-buru sehingga kita menelan banyak udara juga akan ikut membuat produksi gas yang berlebihan. Beberapa perubahan pada tubuh layaknya adanya perubahan hormon karena wanita mengalami fase menopause juga bisa memicu semakin seringnya seseorang buang angin. Selain itu, adanya beberapa penyakit layaknya penyakit celiac, atau bahkan karena kita mengalami sembelit dalam beberapa hari, maka kita pun akan cenderung menjadi lebih sering buang angin dengan bau yang sangat luar biasa tidak sedap. Karena kotoran tidak bisa benar-benar terbuang dengan lancar, maka kotoran yang penuh bakteri ini akan tetap berada pada saluran pencernan dan bakteri ini akan memicu semakin banyaknya gas yang diproduksi sehingga kentut pun akan sering terjadi.