Sering Bersin, Bahayakah?

DokterSehat.Com– Terkadang bersin sering diartikan sebagai respon hidung ketika Anda tidak sengaja menghirup debu atau bau yang menyengat. Bersin sering diremehkan karena tidak menimbulkan gangguan yang serius. Namun, jika bersin terlalu sering bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, maka ada baiknya untuk mencari tahu apa penyebab bersin.

doktersehat-bersin

Bersin yang disebabkan oleh Rinitis Alergi, tidak bisa dianggap remeh. Sebagai komplikasi dari Rinitis Alergi berupa Asma Bronkial, dimana terdapat kerusakan epitel saluran pernafasan akibat reaksi peradangan yang berkepanjangan.

Rinitis alergi merupakan penyebab tersering dari rinitis. Rinitis didefinisikan sebagai peradangan dari membran hidung yang ditandai dengan gejala kompleks yang terdiri dari kombinasi beberapa gejala berikut: bersin, hidung tersumbat, hidung gatal dan rinore (sekret hidung). Mata, telinga, sinus dan tenggorokan juga dapat terlibat.

Klasifikasi
Berdasarkan sifat berlangsungnya dibagi menjadi:

  1. Intermiten (kadang-kadang), bila gejala kurang dari 4 hari/minggu atau kurang dari 4 minggu.
  2. Persisten/ menetap, bila gejala lebih dari 4 hari/ minggu dan atau lebih dari 4 minggu

Sedangkan untuk tingkat berat ringannya penyakit, rinitis alergi dibagi menjadi:

  1. Ringan, bila tidak ditemukan gangguan tidur, gangguan aktifitas harian, bersantai, berolahraga, belajar, bekerja dan hal-hal lain yang mengganggu
  2. Sedang atau berat, bila terdapat satu atau lebih dari gangguan tersebut diatas.

Gejala
Gejala yang sering terlihat adalah bersin berulang. Sebetulnya bersin merupakan gejala yang normal, terutama pada pagi hari atau bila terdapat kontak dengan sejumlah besar debu. Hal ini merupakan mekanisme fisiologik, yaitu self cleaning process. Bersin dianggap patologik, bila terjadinya lebih dari 5 kali setiap serangan, sebagai akibat dilepaskannya histamin. Disebut juga sebagai bersin patologis, berikut gejalanya:

  • Keluar ingus (rinore) yang encer dan banyak
  • Hidung tersumbat
  • Hidung dan mata gatal
  • Terkadang disertai dengan lakrimasi (banyak air mata keluar)
Baca Juga:  Waspada Penggunaan Imunomodulator Pada Anak

Komplikasi

  • Polip hidung
  • Otitis media yang sering residif/ berulang, terutama pada anak-anak
  • Sinusitis paranasal
  • Asma bronkial. Pasien alergi hidung memiliki resiko 4 kali lebih besar mendapat asma bronkial

Prognosis
Banyak gejala rinitis alergi dapat dengan mudah diobati. Pada beberapa kasus (khususnya pada anak-anak), orang mungkin memperoleh alergi seiring dengan sistem imun yang menjadi kurang sensitif pada alergen. Efek sistemik, termasuk lelah, mengantuk, dan lesu, dapat muncul dari respon peradangan. Gejala-gejala ini sering menambah perburukan kualitas hidup.