Serba-Serbi ASI Eksklusif di Indonesia

DokterSehat.Com – Banyak pakar kesehatan yang tersenyum lebar tatkala kampanye ASI eksklusif kini telah banyak didengungkan oleh banyak kalangan. Kini, semakin banyak ibu yang mau memberikan ASI eksklusif pada bayinya demi menjaga kesehatan dan tumbuh kembang sang buah hati tetap dalam kondisi yang baik. Menurut pakar kesehatan Mia Susanto, kegiatan memberikan ASI eksklusif tidak hanya sebatas memberi asupan gizi dan nutrisi bagi sang bayi. Kegiatan ini diyakini mampu menekan angka anak yang jatuh sakit atau bahkan meninggal dunia!

doktersehat-nutrisi-gizi-bayi-balita

Tahukah anda, data dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2007, tahun dimana kampanye ASI eksklusif belum menggaung layaknya sekarang, menunjukkan fakta mengerikan dimana tingkatan kematian bayi dan balita sangatlah tinggi, yakni 34 kematian per 1.000 kelahiran. Setiap enam menit, setidaknya ada 1 kematian bayi yang hadir di Indonesia! Hal ini dikarenakan masih rendahnya pemberian ASI Eksklusif oleh ibu hamil pada sang buah hatinya. Padahal, dengan rutin memberikan ASI eksklusif, bayi akan memiliki daya tahan tubuh yang jauh lebih kuat sehingga bisa menjadi lebih sehat.

Ingatlah bahwa ASI eksklusif sebaiknya dilakukan semenjak sang buah hati terlahir hingga usianya mencapai 6 bulan. Barulah setelah enam bulan, ASI bisa didampingi dengan makanan pendamping ASI atau MPASI. Hal ini dikarenakan pada usia enam bulan hingga satu tahun, ASI hanya mampu mencukupi kebutuhan kesehatan dan tumbuh kembang sang bayi 70 persen saja sehingga membutuhkan asupan tambahan. Setelah dua tahun, barulah sang ibu bisa mulai pelan-pelan menghentikan pemberian ASI dan mulai memperkenalkan bayi dengan makanan-makanan yang sehat dan bergizi setiap harinya.

Saat bayi baru lahir, secara naluri ia akan langsung meminta susu pada ibunya. Tanpa disadari, kegiatan ini akan memberikan hubungan batiniah yang erat antara ibu dan anak. Jika ibu tetap rajin memberikan ASI eksklusif, bayi biasanya akan cenderung mengalami kenaikan berat badan yang sehat, tidak mudah menangis, dan tidak akan mudah sakit.