Seputar Migrain

Apa itu Migrain?

Migrain adalah kondisi sakit kepala kronis yang menyebabkan rasa sakit yang signifikan untuk berjam-jam bahkan berhari-hari. Beberapa migrain didahului atau bersamaan dengan gejala atau tanda peringatan sensorik, seperti pancaran sinar atau perasaan geli pada lengan atau kaki. Migrain sering disertai dengan rasa mual, muntah dan perasaan sensitif yang ekstrim pada cahaya dan suara.

 

Bagaimana gejalanya?

Migrain selalu dimulai ketika anak-anak, remaja dan masa awal kedewasaan. Serangan migrain secara khusus memiliki beberapa tanda dan gejala sebagai berikut :

  1. Rasa sakit sedang sampai parah, yang terbatas pada satu sisi kepala atau mungkin berefek pada dua sisi
  2. Sakit kepala yang berdenyut
  3. Sakit kepala menjadi parah ketika melakukan aktifitas fisik
  4. Rasa sakit mempengaruhi aktifitas rutin Anda
  5. Mual dengan atau tanpa disertai muntah
  6. Sensitif terhadap cahaya dan suara

Ada dua macam migrain, yaitu: migrain tanpa aura atau migrain biasa yang sering dialami oleh banyak orang, dan migrain dengan aura atau migrain klasik yang dialami oleh beberapa orang. Aura terdiri dari perubahan penglihatan, seperti saat melihat pancaran sinar, dan perasaan menusuk pada lengan atau kaki.

Anda mungkin merasakan beberapa sensasi firasat (prodrome) berikut ini beberapa jam atau beberapa hari sebelum Anda mengalami serangan migrain ini:

  1. Merasa gembira atau energi yang lebih
  2. Mengidamkan rasa manis
  3. Haus
  4. Mengantuk
  5. Sifat lekas marah

 

Apa penyebabnya?

Faktor genetik dan lingkungan sepertinya memainkan peran dalam penyebab migrain, walaupun banyak penyebab migrain yang tidak diketahui. Migrain mungkin disebabkan oleh perubahan di dalam syaraf trigeminal, yang merupakan jalan dari rasa sakit. Ketidakseimbangan proses kimiawi otak, termasuk serotonin – yang membantu mengatur rasa sakit – juga mungkin terkait. Tingkat serotonin menurun saat terjadinya migrain. Ini memicu sistem trigeminal untuk melepaskan zat yang disebut neuropeptides, yang mengantarkan ke lapisan luar otak (meninges).

Pemicu

Hal-hal yang biasa memicu migrain diantaranya adalah:

  1. Perubahan hormon pada wanita. Fluktuasi pada estrogen memicu sakit kepala pada wanita yang memiliki migrain. Wanita yang memiliki migrain sering merasa sakit kepala sebelum atau saat datang bulan, ketika mereka mengalami penurunan besar estrogen. Beberapa ada yang memiliki kecenderungan peningkatan mengalami migrain saat hamil atau menopause. Pengobatan medis pada hormon – seperti oral contraceptives dan hormone replacement therapy – juga dapat memperburuk migrain.
  2. Makanan. Beberapa migrain muncul karena dipicu oleh makanan tertentu. Penyebab umum biasanya adalah alkohol, khususnya bir dan anggur; keju yang telah lama disimpan; cokelat; pemanis aspartame; berlebihan mengkonsumsi kafein; monosodium glutamare – bahan utama pada beberapa makanan asia; makanan asin; dan makanan olahan. Melewatkan waktu makan dan berpuasa juga dapat memicu migrain.
  3. Stres. Stres di tempat kerja atau rumah dapat memicu migrain.
  4. Stimulus sensorik. Sinar terang dan cahaya matahari yang silau dapat menyebabkan migrain, sama seperti suara yang keras. Aroma yang tidak biasa – termasuk wangi-wangian, seperti parfum, dan bau yang tidak sedap, seperti tiner cat dan bau asap rokok, juga dapat memicu migrain.
  5. Berubahnya pola tidur. Begadang atau terlalu terlambat untuk tidur dapat menjadi pemicu serangan migrain pada seseorang.
  6. Faktor fisik. Pengerahan tenaga fisik yang intens, seperi aktifitas seksual, dapat memicu migrain.
  7. Perubahan lingkungan. Perubahan cuaca atau tekanan udara dapat mendorong serangan migrain.
  8. Pengobatan medis. Pengobatan medis tertentu dapat memperburuk migrain.

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan Anda lebih cenderung memiliki migrain adalah:

  1. Faktor keturunan. Banyak orang dengan migrain memiliki catatan anggota keluarga dengan migrain. Jika satu atau kedua orang tua anda memiliki migrain, anda juga dapat terkena.
  2. Berusia kurang dari 40 tahun. Setengah orang yang mengalami migrain terserang sakit kepala ini sebelum mereka berusia 20 dan migrain adalah hal yang biasa pada orang yang berusia antara 30 dan 39 tahun.
  3. Wanita. Wanita tiga kali lebih banyak memiliki migrain daripada laki-laki. Sakit kepala cenderung menyerang anak laki-laki daripada anak perempuan saat anak-anak, tetapi pada masa puber, lebih banyak anak perempuan yang terkena daripada anak laki-laki.
  4. Mengalami perubahan hormon. Jika Anda wanita dengan migrain, Anda mungkin menemukan bahwa sakit kepala Anda dimulai sebelum atau setelah mengalami menstruasi. Sakit kepala ini juga dapat timbul saat hamil atau menopause. Beberapa wanita melaporkan bahwa migrain mereka menjadi buruk saat tiga bulan pertama kehamilan.

 

Bagaimana mencegah dan mengobatinya?

Perubahan gaya hidup dapat memberikan keuntungan dalam membantu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan migrain. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah migrain:

  • Hindari pemicu. Jika makanan tertentu sepertinya memicu sakit kepala Anda di masa lalu, hindari makanan tersebut. Terapkan rutinintas harian Anda dengan pola tidur teratur dan pola makan yang teratur.
  • Olahraga secara teratur. Olahraga aerobik secara teratur mengurangi ketegangan dan dapat membantu mencegah migrain. Jika dokter Anda setuju, pilih olahraga aerobik yang membuat Anda nyaman, seperti berjalan, berenang dan bersepeda. Lakukan pemanasan secara perlahan, karena jika Anda tidak pemanasan dulu, olahraga yang intens pun dapat menyebabkan sakit kepala. Obesitas juga diduga menjadi faktor migrain, dan olahraga secara teratur dapat menolong Anda mengurangi berat badan.
  • Penurunan estrogen. Jika Anda seorang wanita dengan migrain, estrogen menjadi pemicu atau membuat sakit kepala Anda memburuk. Sebaiknya hindari atau kurangi penggunaan obat medis yang mengandung estrogen, seperti pil KB dan terapi hormon. Tanyakan pada dokter Anda mengenai alternatif atau dosis terbaik untuk Anda.

Meskipun tidak ada penyembuhnya, pengobatan medis dapat membantu mengurangi frekuensi dan keparahan migrain. Jika pengobatan tidak berhasil untuk Anda pada masa yang lalu, lebih baik berbicara pada dokter Anda untuk mencoba pengobatan medis yang lain. Obat yang tepat dipadu dengan kepedulian terhadap diri sendiri dan perubahan gaya hidup dapat membuat perubahan yang luar biasa untuk migrain Anda.

 

Sumber: health.kompas.com