Seputar Infark Ginjal

DokterSehat.com – Infark ginjal merupakan kondisi dimana tidak berfungsinya daerah jaringan ginjal akibat tersumbatnya arteri renalis yakni arteri utama yang membawa darah ke ginjal.



Penyebab

Penyumbatan arteri renalis jarang terjadi, kebanyakan terjadi akibat adanya partikel yang mengambang dalam aliran darah dan menyumbat arteri (emboli). Emboli ini dapat berasal dari bekuan darah (trombus) di jantung atau dari pecahnya suatu endapan kolesterol (ateroma) di dalam aorta. Selain itu, infark juga dapat terjadi akibat pembentukan bekuan darah dalam arteri renalis yang disebabkan trauma pada arteri renalis. Trauma ini bisa terjadi akibat angioplasti, angiografi, dan pembedahan.

Bekuan darah yang menyebabkan infark bisa terjadi akibat aterosklerosis yang berat, penyakit sel sabit, arteritis (peradangan arteri), dan pecahnya suatu aneurisma arteri renalis.

Aliran darah dalam arteri bisa tersumbat dan pecah akibat robekan pada lapisan arteri renalis. Selain itu, infark juga bisa disebabkan arteriosklerosis dan kelainan pembentukan jaringan fibrosa di dalam dinding suatu arteri.

Terkadang infark ginjal sengaja dibuat untuk mengobati tumor ginjal, perdarahan ginjal yang hebat, atau proteinuria, yakni hilangnya protein berlebihan melalui air seni.

Gejala

Arteri renalis kecil yang tersumbat seringkali tidak menimbulkan gejala. Namun, bisa saja menyebabkan sakit yang menetap di punggung bagian bawah. Terkadang penderita juga mengalami mual, demam, dan muntah. Penyumbatan parsial bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Penyumbatan total pada kedua arteri renalis akan mengakibatkan terhentinya pembentukan air kemih dan terjadi gagal ginjal akut.

Pengobatan

Umumnya pengobatan dilakukan dengan memberikan antikoagulan untuk mencegah terjadinya bekuan tambahan kerana tersumbatnya arteri renalis. Obat yang melarutkan bekuan (trombolitik) mungkin lebih efektif dibandingkan pengobatan lainnya.

Bila arteri belum seluruhnya tersumbat atau jika bekuan bisa dihancurkan dalam waktu 1,5-3 jam maka obat-obtan masih bisa memperbaiki fungsi ginjal.

Baca Juga:  Pentingnya Sinar Matahari Pagi Untuk Mengurangi Kambuhnya Asma

Untuk menghilangkan sumbatan, bisa dimasukkan suatu kateter balon dari arteri femoralis di selangkangan ke arteri renalis. Lalu balon dikembangkan untuk mendorong dan membukan daerah yang tersumbat. Prosedur ini disebut angioplasti transluminal perkutaneus.

Selain itu, bisa juga dilakukan pembedahan pada pembuluh darah yang tersumbat, namun tindakan ini bisa menimbulkan risiko yang lebih besar, bahkan menyebabkan kematian.

Pembedahan merupakan tindakan pengobatan pilihan pada trombosi arteri renalis traumatik, dimana pembedahan dilakukan dalam 2-3 jam pertama untuk mengangkat bekuan darah dalam arteri renalis akibat cedera/trauma. Dengan pengobatan, fungsi ginjal akan menjadi lebih baik, tetapi tidak akan sempurna.