Seputar Bronkitis

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati
Diterbitkan pada tanggal 28 - 02 - 2010 | 11 komentar

DokterSehat.com – Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Bronkitis biasanya terjadi karena infeksi seperti radang tenggorokan, campak, dan batuk rejan. Penyakit ini disebabkan virus dan bakteri.

Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru serta saluran pernapasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari sinusitis kronis, bronkiektasis, alergi, dan pembesaran amandel pada anak-anak.

Terdapat dua tipe bronkitis, yakni akut dan kronis. Bronkitis akut ditandai dengan batuk berdahak kekuningan dan demam. Bronkitis akut biasanya juga mengenai bagian paru lainnya.

Sementara bronkitis kronis ditandai dengan batuk lama, berdahak banyak, dan terutama terjadi pada saat tidur atau pada pagi hari. Penyakit ini biasanya didahului oleh infeksi saluran pernapasan bagian atas.

Terdapat juga tipe bronchitis yang lain, yaitu bronkitis iritatif bisa disebabkan berbagai jenis debu, asap dari asam kuat, amonia, sejumlah pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida yang biasa terapat pada asap kebakaran hutan. Penyakit ini juga akibat dari polusi udara serta tembakau maupun rokok.

Gejala dari bronkitis pada awalnya adalah batuk-batuk tanpa dahak yang akan berubah menjadi berdahak dalam waktu beberapa hari kemudian. Batuk berdahak awalnya berwarna putih dan bisa berubah menjadi kuning sampai kehijauan kadang disertai demam bila disebabkan oleh bakteri.

Diagnosis ditegakkan selain dilihat dari gejala, juga melalui pemeriksaan fisik, untuk rontgen dada, umumnya masih dalam batas normal atau terdapat gambaran peningkatan corakan bronkovaskular. Pengobatannya adalah dengan pemberian antibiotik serta obat simptomatik lainnya.

Sedangkan bila disebabkan oleh virus, penyakit ini akan sembuh sendiri bila banyak istirahat serta makan makanan yang bergizi.Untuk perokok, dianjurkan berhenti merokok karena asap rokok bisa menjadi pemicu untuk serangan bronkitis. Bronkitis berbeda dengan Tuberkulosis.

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini adalah penyakit kronik dan menular dengan gejala batuk lebih dari 2 minggu disertai demam tidak terlalu tinggi, keringat malam serta terdapat penurunan berat badan.

Diagnosis tuberkulosis ditegakkan melalui pemeriksaan dahak dengan ditemukannya kuman TB atau rontgen dada. Pengobatan TB juga berbeda dengan bronkitis karena membutuhkan waktu lebih lama yaitu 6 bulan.

sumber: pontianak post

VN:F [1.9.11_1134]
Rating: 5.9/10 (16 votes cast)
VN:F [1.9.11_1134]
Rating: +10 (from 10 votes)
Seputar Bronkitis, 5.9 out of 10 based on 16 ratings




Artikel Sejenis

11 komentar | beri komentar

« Previous12Next »
  1. avatar comment-top

    Penyakit bronkitis tidak menular…ini tergantung dari kondisi paru2 kita yg dipengaruhi oleh linkungan dan kondisi tubuh yg lemah/menurun. Saya penderita bronkitis iritatif/alergic, biasanya setahun sekali penyakit ini kambuh…dimulai dengan flu yg ingusnya keluar tanpa henti kemudian disusul batuk kering yg berubah menjadi berdahak terus. Kondisi rumah yg berdebu menyebabkan paru2 anak2 yg sensitif menjadi alergi inilah yg bisa menyebabkan dimulai bronkitis…seperti saya jg dari kecil alergi debu,lgsung bersin2 terus smpai beberapa lama (kyk flu) mgkin ini bisa jd perhatian anda semua kalau punya anak kecil.
    Kemudian setelah dewasa/kuliah, setiap pagi pada saat mandi pengennya batuk terus karena ada lendir yg harus dikeluarkan…
    Baru 5 tahun lalu saya tahu kalo saya mengidap bronkitis…pada awalnya batuk bisa 1 bulan. Kemudian baru ketahuan setelah dari dokter spesialis paru.
    Semoga bermanfaat…

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
« Previous12Next »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar

Improve the web with Nofollow Reciprocity.