Seperti Apakah Penularan Antraks Pada Manusia?

DokterSehat.Com – Belakangan ini dunia kesehatan tanah air, khususnya yang berada di daerah DI Yogyakarta, sedang dihebohkan dengan berita mengenai wabah penyakit antraks di provinsi yang terkenal akan budayanya tersebut. Sebenarnya, seperti apakah penularan antraks pada tubuh manusia?

doktersehat-daging-merah-gagal-ginjal-picu-obesitas

Pakar kesehatan Riris Andono Ahmad yang berasal dari Fakultas Kedokteran UGM berkata bahwa antraks ternyata tidak menular di antara sesama manusia. Penyakit ini ternyata berasal dari hewan, seringnya adalah hewan ternak, dan bisa menular dengan manusia saat manusia melakukan kontak langsung saat mengolah daging hewan ternak yang sudah terkontaminasi. Yang menjadi masalah adalah, layaknya apa yang terjadi di Kabupaten Kulonprogo, beberapa warga terkena gejala penyakit antraks ini pada kulit. Selain itu, penyakit ini juga bisa memicu infeksi pada saluran pernafasan yang bisa mematikan.

Andai penyakit antraks ini bisa dideteksi dengan dini, sebenarnya masih bisa disembuhkan dengan obat-obatan. Sebagai informasi, 99 persen kasus antraks pada manusia yang menyerang kulit cenderung bisa disembuhkan. Namun, andai antraks ini telah menginfeksi pada paru-paru, maka resiko untuk terkena kematian pun cukup tinggi.

Lantas, bagaimanakah antraks ini bisa menginfeksi manusia? Riris berkata bahwa bakteri antraks ini ternyata bisa menyebar melalui media udara karena bisa berubah bentuk menjadi spora. Yang mengerikan adalah, spora bakteri ini bisa bertahan hingga puluhan tahun dan bahkan bisa ditemukan pada tanah dengan kedalaman 8 hingga 10 meter. Andai seseorang terkena paparan lebih dari 10 ribu antraks dalam suatu waktu, maka kita tentu akan beresiko terkena infeksi bakteri dari penyakit ini.

Andai sudah ada hewan yang terkena penyakit ini, Riris sangat tidak merekomendasikan melakukan bedah bangkai karena bisa memicu penyebaran bakteri. Sebagai informasi, beberapa jenis hewan yang berpotensi terkena penyakit mengerikan ini cukup mudah untuk ditemukan di sekitar manusia layaknya sapi, kambing, domba, kuda, atau bahkan gajah, sehingga kita tentu harus mewaspadai akan munculnya penyakit ini dengan lebih baik.