Seperti Apa Psikologis Wanita yang Dipoligami?

DokterSehat.Com– Belakangan ini beredar video yang menunjukkan Ustad Arifin Ilham bersama dengan tiga istrinya. Meskipun sah secara agama dan hukum, pernikahan poligami masih menjadi hal yang kontroversial dan memicu perdebatan di Indonesia. Banyak orang yang juga penasaran dengan sisi psikologis wanita yang dipoligami mengingat mereka harus berbagi suami dengan wanita lain.

doktersehat-couple-pasangan-masalah-klamidia

Sebuah penelitian pun dilakukan oleh Dr. Heba Sharkas yang berasal dari Al Amar Center, sebuah organisasi yang fokus pada masalah keluarga di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Menurut Dr. Heba, perempuan yang dipoligami cenderung mengalami masalah emosional. Dalam banyak kasus, mereka bisa mengalami depresi, amarah, dan rasa sakit. Hanya saja, hal ini juga bergantung pada rasa sabar dan toleransi dari wanita. Selain itu, lingkungan dimana Ia dibesarkan juga mempengaruhi bagaimana penerimaannya dengan kondisi pernikahan poligami.

Demi mencegah masalah kejiwaan pada istri-istrinya, suami yang ingin menikah lagi harus berdiskusi dengan istri pertama. Jika memang istri pertama mengijinkan dan wanita yang akan dinikahi juga mengerti kondisi sang pria yang sudah punya istri sebelumnya, maka pernikahan bisa berjalan dengan baik. Jika tidak ada pembicaraan sebelumnya, dikhawatirkan wanita akan selalu mengalami rasa sedih, cemburu, dan amarah.

Dr. Rana Raddawi dari University of Sharjah menyebutkan bahwa wanita yang dipoligami cenderung merasa ditelantarkan dan cemburu. Fakta ini Ia dapatkan setelah mewawancarai 100 wanita Arab yang terlibat dalam pernikahan poligami.