Seperti Apa Operasi Cangkok Mata yang Akan Dilakukan Oleh Novel Baswedan di Singapura?

DokterSehat.Com – Setelah terkena air keras usai melakukan shalat Subuh pada hari Selasa 11 April 2017 kemarin, penyidik senior KPK Novel Baswedan akhirnya akan melakukan cangkok kornea mata. Setelah sempat dirawat di RS Mitra Keluarga dan sempat diperiksa di Jakarta Eye Center, Novel pun akhirnya dibawa ke Singapura hari ini untuk menjalani cangkok kornea mata tersebut.



Pakar kesehatan mata dari Jakarta Eye Center bernama Johan Hutauruk menyebutkan bahwa penglihatan Novel sebenarnya semakin membaik meskipun terkena air keras. Hanya saja, kondisi penglihatannya hanya sekitar 30 persen saja dari normal. Pakar kesehatan mata lainnya, Gitalisa Andiyani, menyebutkan bahwa kejadian yang dialami oleh Novel bisa saja menyebabkan trauma pada kornea sehingga dikhawatirkan akan merusak penglihatannya, menyebabkan erosi kornea mata yang membuat pandangan semakin keruh, hingga beresiko memicu infeksi pada kornea. Jika hal ini dibiarkan, dikhawatirkan Novel bisa mengalami kebutaan. Karena alasan inilah Novel akhirnya melakukan cangkok kornea.

Dalam dunia medis, cangkok kornea sendiri adalah prosedur bedah yang dilakukan dengan cara mengganti kornea mata yang rusak dengan kornea mata yang berasal dari donor. Terdapat beberapa cara operasi transplantasi kornea, dari yang berupa Penetratif Keratoplasti atau PK yang dilakukan dengan cara mengangkat kornea mata yang rusak dan diganti dengan kornea yang lebih sehat, atau transplantasi kornea modern yang disebut sebagai Lamellar Keratoplasti atau LK. Teknik modern ini dilakukan hanya dengan mengangkat bagian kornea mata yang rusak. Sementara itu, jaringan kornea yang masih sehat masih bisa dipertahankan pada mata.

Teknik transplantasi LK yang hanya mengganti lapisan depan kornea disebut sebagai Anterior Lamellar Keratoplasti (ALK). Sementara itu, jika sebagian besar kornea harus diganti, maka prosedur ini disebut sebagai Deep Anterior Lamellar Keratoplasti (DALK). Jika yang diganti adalah bagian belakang kornea, maka prosedur ini disebut sebagai Endothelial Keratoplasti (EK).

Sebelum melakukan operasi, pasien biasanya akan menunggu satu hingga dua minggu untuk mendapatkan donor kornea. Selain itu, proses operasi cangkok kornea ini juga tergolong rumit dan beresiko. Tak hanya resiko penolakan dari organ donor, bisa jadi pasien akan mengalami komplikasi, infeksi, atau bahkan glaucoma.