Seperti Apa Dampak Meminum Dumolid, Obat yang Dimiliki Tora Sudiro?

DokterSehat.Com– Kabar tertangkapnya artis layar lebar Tora Sudiro dan istrinya, Mieke Amalia, masih menjadi perbincangan hangat masyarakat tanah air. Selain menyayangkan tertangkapnya keduanya karena masalah narkoba dan obat-obatan dan menambah daftar panjang selebritis yang terjebak dalam dunia narkoba, banyak yang menganggap penangkapan keduanya sebagai hal yang cukup kontroversial. Bagi beberapa orang, obat dumolid yang dimiliki oleh pasangan ini digunakan sebagai penenang dan obat tidur sehingga seharusnya tidak dianggap sebagai narkotika yang memang penyebarannya sudah sangat meresahkan masyarakat tanah air.

tora sudiro dan mieke amalia tertangkap karena narkoba dumolid

Photo Credit: Instagram/ mieke_amalia

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa dumolid ternyata termasuk dalam obat daftar G. Meskipun dikenal mampu menjadi obat tidur, obat ini ternyata baru boleh dikonsumsi melalui resep dokter dan tidak boleh didapatkan secara sembarangan. Obat ini memang mampu mengatasi berbagai macam penyakit seperti insomnia akut. Sayangnya, sebagian ahli obat menyebut obat ini juga termasuk dalam narkoba yang cukup berbahaya jika dikonsumsi secara rutin.

Dumolid memiliki kandungan nitrazepam. Senyawa aktif ini mampu mempengaruhi kinerja otak dengan tujuan membuat tubuh menjadi rileks dan akhirnya mengantuk dan terlelap. Bagi banyak artis yang mengalami masalah susah tidur, obat ini tentu bisa menjadi solusi. Sayangnya, jika obat ini dikonsumsi secara berlebihan, maka dampaknya bisa sangat buruk bagi kesehatan, khususnya dalam hal membuat ketidaknormalan fungsi otak dan saraf.

Jika kita mengkonsumsi dumolid secara rutin, kita akan beresiko terkena efek samping berupa pusing-pusing, mual, muntah, perut kembung, tubuh yang lemas, dan gerakan tubuh yang cenderung menjadi mudah goyah. Jika dilanjutkan, maka tubuh bisa mengalami keracunan dan akhirnya memicu gangguan pada organ hati.

Melihat adanya berbagai dampak berbahaya dari obat ini, pantas saja dumolid digolongkan sebagai obat-obatan yang tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan dan harus didapatkan dengan resep dokter.