Seperti Apa Dampak Makan Daging Anjing?

makan-daging-doktersehat
Photo Credit: Reader's Digest

DokterSehat.Com– Meskipun dianggap sebagai hal yang kontroversial karena dianggap haram atau bahkan dikecam oleh banyak penyayang binatang, dalam realitanya kita masih bisa dengan mudah mencari kuliner daging anjing di berbagai tempat, khususnya di kota-kota besar di Indonesia layaknya Jakarta, Yogyakarta, dan di banyak tempat di Pulau Bali. Bagi pecinta daging anjing, alasan mengkonsumsinya adalah karena rasa yang enak atau percaya bahwa daging ini bisa meningkatkan stamina dan mengatasi masalah kesehatan tertentu. Sebenarnya, apakah tidak apa-apa jika kita makan daging anjing?

Photo Credit: Reader’s Digest

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa konsumsi daging anjing cukup beresiko mengingat cukup banyak penjual daging anjing yang cenderung dengan sembarangan menangkap anjing di berbagai tempat. Bisa jadi, ada anjing yang mengidap rabies namun tetap ditangkap dan dijadikan bahan makanan. Badan Kesehatan Dunia WHO sendri menyebutkan bahwa daging anjing termasuk dalam salah satu penyebab susahnya penyebaran rabies di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dihentikan.

Selain rabies, ada kemungkinan kita terpapar bakteri E Coli dan salmonella jika mengkonsumsi daging anjing. Tak hanya itu, beberapa bakteri berbahaya layaknya antraks, hepatitis, leptospirosis, serta parasit layaknya trichinella yang bisa saja menginfeksi manusia jika daging anjing yang dimakan tidak benar-benar dimasak dengan matang.

Mengingat penjaja makanan daging anjing kerap asal mengambil anjing liar, bisa jadi anjing ini sudah diberi antibiotik dengan dosis tinggi oleh dinas kesehatan setempat demi mencegah penularan penyakit. Yang menjadi masalah adalah, jika mengkonsumsinya, maka tubuh manusia akan beresiko besar mengalami resisten pada efek antibiotik sehingga jika jatuh sakit, akan sangat sulit untuk sembuh.

Melihat adanya fakta tentang dampak buruk mengkonsumsi daging anjing ini, apakah anda masih tertarik untuk mencobanya?