Seorang Ibu di Swedia Melahirkan Bayi Laki-Laki Setelah Melakukan Transplantasi Rahim

DokterSehat.Com – Malin Stenberg memiliki cerita remaja yang sangat memilukan. Jika pada usia ini biasanya gadis-gadis sedang sangat berbahagian menikmati kehidupan, Stenberg justru harus menerima kenyataan bahwa dirinya memiliki sindrom MRKH yang sangat langka. Sindrom inilah yang menyebabkan dirinya hampir tidak akan mungkin memiliki bayi. Dengan bersedih, Ia pun berusaha untuk menerima kenyataan ini. Beruntung Stenberg ternyata memiliki tekad yang cukup kuat untuk tetap bisa berkeluarga. Pada saat usianya menginjak 30 tahun, ia pun bertunangan dengan Claes Nilsson. Kini, saat usianya sudah menginjak 38 tahun, Stenberg tidak menyangka kalau pada akhirnya Ia bisa benar-benar melahirkan anak laki-laki. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-kista-kanker-ovarium-Kanker-Amenore-Siklus-Menstruasi-yang-Terhenti

Stenberg ternyata berhasil melakukan transplantasi rahim dan Ia pun menjadi wanita pertama di seluruh dunia yang kemudian memiliki anak setelah melakukan transplantasi rahim. Ia bercerita bahwa saat usianya menginjak 35 tahun, seorang temannya menawarkan rahim untuk bisa ditransplantasikan ke tubuhnya. Stenberg dan temannya pun melakukan program perintis transplantasi rahim yang berada di Gothenburg University. Setelah berjuang selama 20 bulan, Ia pun pada akhirnya berhasil hamil dan pada akhirnya melahirkan putra bernama Vincent.

Operasi transplantasi rahim sendiri tidak hanya dilakukan sekali. Ia mencoba beberapa kali hingga akhirnya berhasil. Selain Stenberg, ada sembilan wanita lain yang mengikuti program transplantasi rahim yang mendapatkan rahim dari ibunya. Hanya Stenberg yang mendapatkan rahim dari temannya yang bernama Ewa Rosen. Setelah operasi transplantasi rahim berhasil, Stenberg pun kemudian melakukan perawatan IVF untuk mendapatkan kehamilan dan ternyata berhasil.

Pakar kesehatan Richard Smith yang merupakan seorang dokter bedah menyebutkan jika kasus perempuan yang terlahir tanpa rahim memang cukup langka. Setidaknya ada 15 ribu wanita di dunia ini yang mengalami hal yang serupa dengan Malin Stenberg. Adanya keberhasilan Stenberg mendapatkan anak diharapkan menjadi pelecut bagi wanita-wanita lain yang ingin mendapatkan keturunan untuk melakukan program ini.