Sensasi Terikat Di Kepala? Tanda Tumor Otakkah?

DokterSehat.Com – Nyeri kepala memang merupakan keluhan yang sering terjadi pada setiap manusia. Mulai dari sebutan “migrain”, “vertigo”, “pusing”, dan lain-lain. Padahal secara medis, nyeri kepala tersebut memiliki detail gejala masing-masing. Kali ini akan kita bahas mengenai keluhan nyeri kepala “seperti terikat” dari belakang ke depan, seperti terikat tali, seperti terikat kain, entahlah apa saja kita menyebutnya, yang jelas kita sepakat dengan sebutan “nyeri kepala seperti terikat”.

doktersehat-pusing-kepala

Beberapa pasien mengeluhkan nyeri kepala seperti terikat tali tanpa ada gangguan fisik lainnya. Tekanan darah normal, nadi normal, nafas normal, suhu tubuh pun normal. Lantas apa yang menyebabkan ikatan di kepala ini? Jawabannya adalah OTOT. Otot di sekitar pelipis, dahi, dan bagian belakang kepala dan berkontraksi menyebabkan keluhan seperti terikat. Otot yang menegang ini dapat diikuti dengan pelebaran pembuluh darah, sehingga tak jarang ditemukan sensasi “berdenyut” menyertai “terikatnya” kepala.

Secara medis, kepala yang terikat ini disebut dengan “Tension Type Headache“. Bagi kita yang pernah mengalaminya, coba kita ingat-ingat, apakah ketika kejadian “kepala terikat” ini, kita sedang mengalami suatu masalah dalam pekerjaan atau tugas perkuliahan, tugas sekolah, maupun tugas apapun, atau masalah yang melilit dan belum ditemukan solusinya. Atau mungkin ada keluhan lain seperti sulit tidur atau memang sedang begadang selama beberapa hari. Atau, bila wanita, apakah menjelang menstruasi, atau sedang dalam masa menstruasi?

Seringkali perkara pikiran dan manajemen stress yang kurang baik dapat menyeret fisik untuk terlibat di dalamnya. Jika memang iya, atasi penyebab utamanya yang seringkali memang masalah pikiran. Jangan pikirkan hal-hal yang berbahaya seperti apakah terikat di kepala ini penanda adanya kanker otak dan semacamnya. Singkirkan dulu penyebab mendasar seperti masalah pikiran dengan manajemen stress yang baik.

Baca Juga:  Cara mencegah jerawat dan mengenal penyebab jerawat

Ada beberapa makanan yang juga dapat dihindari agar Tension Type Headache ini tidak berkepanjangan. Hindari dulu makanan yang mengandung banyak garam, hindari pula cokelat, kopi, dan teh. Kenapa? Karena makanan-makanan tersebut cenderung menyebabkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) yang akan semakin mendukung kontraksi otot dan denyutan sensasi ikatan kepala. Obat-obat pereda nyeri atau obat-obat relaksan otot juga dapat diberikan untuk mengurangi kontraksi otot-otot di kepala.

Jauh daripada obat-obatan, yang terpenting adalah manajemen stress, pengaturan pola tidur yang cukup, dan pengaturan makanan yang baik untuk menghindari Tension Type Headache. Ternyata, semuanya berawal dari pola hidup yang benar. Hidup sehat, kenapa tidak? (dr. Ursula Penny)