Selain Dumolid, 5 Obat Ini Ternyata Termasuk Psikotropika

DokterSehat.Com– Kasus ditangkapnya Aktor Tora Sudiro karena kepemilikan Dumolid beberapa saat lalu menguak fakta tentang masyarakat Indonesia yang memang belum memiliki pengetahuan yang baik tentang obat-obatan. Dalam realitanya, kita memang cenderung sembarangan dalam membeli obat-obatan saat sedang terkena masalah kesehatan. Padahal, bisa jadi obat yang kita konsumsi ini berbahaya atau bahkan termasuk dalam obat-obatan psikotropika seperti berikut ini.

doktersehat-obat-Kompleks-Tuberous-Sclerosis

Xanax
Merk obat ini ternyata mengandung alprazolam. Obat-obatan ini sempat dikenal masyarakat karena dikonsumsi oleh artis sinetron Marshanda demi mengataasi masalah kecemasan, serangan panik, hingga depresi. Kandungan alprazolam ini bisa membuat reseptor gamma-aminobutyric acid (GABA), semacam neurotransmitter serta hormon otak yang mampu menghambat reaksi neurologis, membuat pikiran lebih tenang dan mudah mengantuk. Sayangnya, obat ini juga bisa memberikan efek samping berupa pusing-pusing, menurunnya memori, kejang-kejang, alergi, hingga perubahan mood.

Calmlet
Obat yang kerap dipakai sebagai penenang bagi mereka yang mengalaim depresi berat, serangan panik, dan gangguan kejiwaan ini juga memiliki kandungan alprazolam sehingga bisa disebut sebagai psikotropika. Obat ini harus didapatkan dengan resep dokter karena bisa memberikan efek samping berupa amnesia, kejang-kejang, menurunnya fokus, hingga gangguan mental jika dikonsumsi sembarangan.

Valium
Valium atau diazepam termasuk dalam jenis obat benzodiazepine yang bisa memberikan pengaruh pada sistem saraf otak dan memberikan efek menangkan pada pikiran. Hanya saja, jika dikonsumsi lebih dari 4 pekan atau berlebihan, obat ini bisa memicu kecanduan atau gangguan kesehatan pada organ dalam, halusinasi, kebingungan, atau keinginan bunuh diri.

Nipam
Nipam atau magadon juga termasuk dalam obat jenis benzodiazepine yang harus dikonsumsi sesuai dengan resep dokter. Konsumsi obat ini dalam jangka panjang bisa memicu masalah pernafasan, gagal jantung, hingga kematian.

Lexotan
Obat ini memiliki kandungan aktif bromazepam dan termasuk dalam jenis obat benzodiazepine. Cukup banyak orang Indonesia yang menyalahgunakan lexotan ini. Jika obat ini dikonsumsi bersama dengan alkohol, maka resiko untuk terkena gangguan kesehatan pada organ kardiovaskular juga akan meningkat.