Berhubungan Seks Saat Hamil, Ini Aturannya

Doktersehat-hubungan-seks-saat-hamil
Photo Credit: Flickr.com/Alondra Pérez

DokterSehat.Com– Hasrat untuk melakukan melakukan hubungan seksual selama kehamilan adalah sesuatu yang wajar. Namun banyak pasangan yang masih ragu apakah hal ini boleh dilakukan atau tidak. Lantas, bagaimana aturan dalam dunia medis terkait hal ini?

Pada dasarnya, jika kehamilan Anda normal dan tidak mengalami masalah apa pun, melakukan hubungan seksual saat hamil tergolong aktivitas yang aman. Meski demikian, ada beberapa hal yang harus dicermati.

Berhubungan seks di masa kehamilan juga tidak akan membuat Anda mengalami kelahiran prematur, tetapi justru mempunyai dampak positif bagi kondisi psikologis dan fisik.

Orgasme saat melakukan hubungan seks dapat menyebabkan kontraksi rahim yang bersifat sementara, tetapi hal itu bukan sesuatu yang berbahaya.

Melakukan hubungan seks selama kehamilan juga tidak akan menyebabkan keguguran. Janin tidak akan terluka ketika seorang wanita hamil berhubungan seksual. Cairan ketuban dan otot-otot yang kuat dalam rahim melindungi bayi, serta lendir tebal yang menutupi leher rahim membantu melindungi bayi dari bahaya infeksi.

Selain itu, semua posisi hubungan seksual saat hamil umumnya aman selama Anda merasa nyaman. Anda dapat mencoba menyesuaikan posisi dengan perubahan perut yang kian membesar.

Salah satu gaya yang bisa Anda lakukan adalah woman on top. Suami cukup berbaring dan istri duduk di atasnya. Istri dapat mengontrol kedalaman penetrasi tanpa membebani perut yang buncit.

Hal penting lain yang harus dilakukan adalah komunikasikan perubahan yang Anda rasakan pada tubuh dan emosi kepada pasangan, sehingga Anda berdua dapat mencari cara terbaik untuk berhubungan seksual.

Di samping itu, komunikasikan juga jika Anda sedang merasa tidak nyaman untuk berhubungan seksual. Keintiman dapat dibangun lewat obrolan, pelukan, dan ciuman.

Kondisi yang Tepat Berhubungan Seksual

Seorang suami harus mengerti perubahan kondisi tubuh istri di awal kehamilan seperti, perubahan hormon, pengerasan payudara, mual, emosi tidak stabil, dan kelelahan—di mana semuanya dapat menurunkan hasrat untuk berhubungan seksual.

Meski begitu, berhubungan seks selama kehamilan dapat dilakukan kapan saja asalkan tidak sampai menyakiti serta dapat membuat Anda dan pasangan nyaman.

Dalam segi frekuensi, sebaiknya Anda jangan terlalu sering untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan Anda saat hamil. Seks yang sering (lebih dari tiga kali seminggu) dapat memicu infeksi saluran kencing (ISK).

ISK yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah dalam kehamilan. Mencuci vagina sebelum dan setelah berhubungan seks, serta mengosongkan kandung kemih setelah berhubungan seks dapat membantu Anda mengurangi kemungkinan infeksi.

Selain itu, seks oral umumnya juga cenderung aman dilakukan di masa kehamilan. Hanya saja, pastikan agar pasangan tidak meniupkan udara ke vagina karena ada sedikit risiko embolisme udara, yaitu udara yang dapat menutup pembuluh darah. Kondisi ini berbahaya bagi ibu hamil dan janin.

Jika Anda ragu untuk melakukan hubungan seksual, tak ada salahnya Anda berkonsultasi dahulu dengan dokter spesialis kandungan. Hubungan seksual sebaiknya dihindari jika ibu hamil memiliki kondisi seperti:

  • Memiliki riwayat keguguran atau kelahiran prematur pada kehamilan sebelumnya.
  • Memiliki kondisi plasenta letak rendah atau plasenta menutupi leher rahim.
  • Kehamilan dengan ketuban pecah dini.
  • Jika Anda pernah mengalami perdarahan berat di masa kehamilan. Dalam kondisi ini, hubungan seksual dapat meningkatkan risiko perdarahan berat.
  • Hubungan seksual saat hamil juga dianjurkan dibatasi saat Anda mengandung bayi kembar.
  • Kehamilan dengan inkompetensi serviks (leher rahim terbuka dan tidak menutup, sehingga dapat memicu keguguran).
  • Memiliki kandungan yang lemah.

Pada akhirnya, berhubungan seks pada saat hamil adalah aktivitas yang aman selama tidak ada masalah pada kehamilan seperti yang dijelaskan di atas. Jika Anda ragu melakukannya, konsultasikanlah ke dokter spesialis kandungan.