Sekilas Tentang Retinoblastoma

Dokter Sehat – Retinoblastoma adalah kanker pada retina (daerah pada mata bagian belakang yang peka terhadap cahaya). Retinoblastoma meliputi sekitar 3% dari kanker pada anak-anak dan hampir selalu terjadi sebelum usia 4 tahun. Pada sekitar 25% anak, retinoblastoma terjadi di kedua mata pada waktu yang bersamaan.



Kanker ini terjadi akibat adanya mutasi pada gen-gen tertentu yang mengatur perkembangan mata, terkadang mutasi genetik ini diturunkan dari orang tua atau terjadi pada tahap awal perkembangan janin. Anak-anak yang terkena dapat menurunkan mutasi genetik ini pada keturunannya di kemudian hari, yang akhirnya juga dapat mengalami retinoblastoma.

Pada kasus yang lain, mutasi genetik terjadi pada tahap lanjut perkembangan janin dan hanya mengenai sel-sel mata janin. Mutasi ini tidak bersifat diturunkan. Retinoblastoma bersifat diturunkan (herediter) pada semua anak dengan kanker pada kedua matanya dan 15-20% pada anak dengan kanker pada satu mata. Retinoblastoma biasanya tidak menyebar keluar dari mata, tetapi adakalanya dapat menyebar ke otak di sepanjang saraf optikus. Retinoblastoma juga dapat menyebar ke organ lain, seperti sumsum tulang.

Gejala retinoblastoma :

1.Leukokoria (pupil putih, mata kucing)

2.Strabismus (juling pada mata)

3.Bengkak dan merah pada mata

4.Anisokoria (ukuran pupil kedua mata tidak sama)

5.Heterokromia (perbedaan warna mata kanan dan kiri)

6.Mata berair

7.Proptosis (mata nampak menonjol)

8.Katarak (kekeruhan lensa)

9.Nistagmus (gerakan abnormal bola mata)

Tanpa terapi, kebanyakan anak dengan retinoblastoma akan meninggal dalam waktu 2 tahun. Namun dengan terapi, anak dengan retinoblastoma lebih dari 90% dapat disembuhkan. Jika kanker hanya menyerang satu mata dan mata tersebut hanya memiliki sedikit penglihatan atau tidak dapat melihat, maka keseluruhan bola mata diangkat bersama dengan sebagian saraf optikus. Jika mata yang terkena dapat melihat dengan cukup baik atau jika kanker mengenai kedua mata, maka terkadang pembedahan dihindari dan diberikan kemoterapi.

Baca Juga:  Merawat Kulit Disekitar Mata

Obat kemoterapi yang digunakan antara lain etoposide, carboplatin, vincristine, dan cyclophosphamide. Kemoterapi dapat menghilangkan kanker sepenuhnya. Tetapi jika tidak, kemoterapi seringkali membuat kanker menyusut sehingga dapat dihilangkan dengan laser, terapi pembekuan (cryogenik), atau zat radioaktif. Jika terapi ini masih tidak dapat menghilangkan kanker, maka dokter mungkin akan mengangkat bola mata atau memberian terapi radiasi. Terkadang dua bola mata harus diangkat.