Sekilas Tentang Pterygium

Dokter Sehat – Pterygium adalah pertumbuhan fibrous berbentuk selaput tipis dari jaringan bagian putih mata dan mengalami pembesaran ke arah kornea, umumnya pterygium tidak bertumbuh ataupun membesar, namun kelainan bisa terjadi hingga pterygium menutupi bagian kornea mata. penyebabnya sampai saat ini belum begitu jelas, namun secara statistik, penyakit ini banyak menimpa para pekerja out door yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, hingga lebih sering terkena sinar matahari, angin dan debu. Oleh karena itu penyakit ini lebih banyak dijumpai di daerah tropis.

12

Faktor yang menjadi resiko adalah debu, pasir dan partikel-partikel yang terbawa oleh angin. Pterygium jarang diderita oleh anak-anak, penyebab yang lain adalah berbagai zat iritan, faktor genetik, alergi, kekeringan pada mata, faktor angiogenik, dan infeksi papilomavirus.

Gejala pterygium :

1.Pertumbuhan berwarna putih dengan pembuluh darah yang terlihat/menonjol di sudut mata bagian dalam atau luar.

2.Pterigium dapat terjadi pada satu atau kedua mata

3.Kemerahan pada daerah yang terkena

4.Iritasi

5.Gejala mata kering

6.Kadang kala berair

7.Terasa seperti ada benda asing di dalam mata

8.Penglihatan buram (pada kasus parah pertumbuhan dapat menutupi kornea pusat atau menyebabkan astigmatisme karena tekanan pada permukaan kornea)

Cara mencegah pterygium :

1.Sebagai pencegahan, langkah terbaik adalah dengan menghindari faktor resiko. Gunakan sun glasses atau topi lebar saat melakukan aktivitas di ruang terbuka.

2.Menggunakan obat tetes mata khusus.

3.Memeriksakan mata kita secara rutin ke dokter mata untuk mengetahui adanya gejala ataupun gangguan pada mata kita.

Bila pterygium semakin besar, akan dapat menyebabkan astigmatisma atau silau. Ada pterygium yang tumbuh secara perlahan, namun ada pula yang tumbuh secara cepat. Bila pterygium telah meliputi bagian tengah kornea, penglihatan akan menjadi kabur.

Baca Juga:  Pencegahan Agar Retina Mata Tidak Robek Saat Persalinan

Jika terpaksa, atau sudah ada bintik yang tumbuh di area kornea, apalagi mendekati tepi pupil mata, maka satu-satunya jalan adalah dengan melakukan pembedahan. Sebab jika masalah ini dibiarkan akan mengganggu pandangan penderita. Operasi pengambilan pterygium relatif aman. jadi anda tidak perlu khawatir untuk melakukannya. Operasi pterygium dilakukan dengan pembiusan lokal, dengan cara menyuntikkan obat kejaringan pterygium yang sebelumnya juga sudah ditetesi anti rasa sakit. Selama operasi tidak terasa sakit. Perawatannya tentu saja mencegah supaya tidak terjadi infeksi, jangan terkena air selama 1 minggu, jangan terkena debu juga. Biaya pembedahan ini cukup murah. Paska operasi biasanya akan diberikan terapi lanjut seperti penggunaan sinar radiasi B atau terapi lainnya.

Apa jenis pengobatan yang tersedia untuk Pterigia?
Pada kasus tahap awal, dimana tidak terdapat gejala dan ketika pterigium tidak signifikan secara kosmetik, kondisi ini tidak perlu diobati. Ketika pterigium menyebabkan iritasi, kemerahan atau ketidaknyamanan, air mata buatan dapat membantu melembabkan mata dan meringankan ketidaknyamanan. Tetes mata ini tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan pterigium.

Ketika pterigium tampak secara kosmetik, atau menyebabkan gejala seperti penglihatan buram, operasi pengangkatan sangat disarankan. Operasi melibatkan pengangkatan daging tumbuh dan penanaman plester transparan yang disebut konjungtiva pada bekas luka operasi, untuk mengurangi resiko pterigium tumbuh kembali (berulang). Plester konjungtiva ini biasanya diambil dari mata pasien itu sendiri (autograft konjungtiva). Penempelan autograft dapat dengan jahitan atau tanpa jahitan (contohnya dengan penggunaan lem fibrin). Resiko pterigium berulang setelah operasi pengangkatan dan autograft konjungtiva cukup rendah.