Sekilas Tentang Penyakit Hernia

Dokter Sehat – Penyakit hernia terjadi ketika lapisan otot perut mengalami pelemahan, akibatnya, otot atau lemak bisa jatuh dan membentuk tonjolan. Biasanya daerah pangkal paha adalah lokasi dari penyakit hernia. Secara umum, hernia akan terjadi jika sebuah organ menerobos keluar melalui dinding yang lemah atau robekan rongga yang menampungnya.



Jenis-jenis penyakit hernia :

1.Hernia inguinalis
Inguinalis lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita, dari 100 penderita hernia, lebih dari (70%) tujuh puluh persennya adalah hernia inguinal. Hal ini ditandai dengan bagian usus menonjol melalui sebuah lubang di bagian bawah perut, dekat pangkal paha, yang disebut kanalis inguinalis. Hernia Inguinalis didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana sebagian usus masuk melalui sebuah lubang pada dinding perut ke dalam kanalis inguinalis. Kanalis inguinalis sendiri adalah saluran berbentuk tabung yang merupakan jalan tempat turunnya testis (buah zakar) dari perut ke dalam skrotum (kantung zakar) sesaat sebelum bayi dilahirkan.

Untuk mengetahuinya, Anda bisa meraba apakah ada tonjolan di mana paha dan pangkal paha bertemu. Bagian menonjol dari usus dapat masuk ke skrotum, yang dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit. Gejala lainnya adalah rasa sakit pada area tersebut saat Anda batuk, mengangkat sesuatu yang berat, atau membungkuk. Hernia inguinalis membutuhkan pembedahan untuk memperbaikinya, untuk selanjutnya pada masa pasca operasi, Anda bisa menggunakan celana hernia magnetik sebagai media terapi lanjutan.

2.Hernia umbilical
Hernia umbilikalis umumnya menyerang bayi baru lahir dan bayi berusia kurang dari 6 bulan, ini terjadi ketika bagian dari usus menonjol keluar melalui dinding perut sebelah pusar. Pada bayi dengan hernia umbilikalis, orangtua bisa melihatnya jika ada yang menggembung di sekitar wilayah pusar saat bayi menangis.

Tidak seperti jenis lain, hernia umbilikalis dapat sembuh dengan sendirinya. Biasanya pada saat bayi berusia 1 tahun, namun jika tidak sembuh, operasi adalah jalan satu-satunya untuk menyembuhkan. Ada baiknya Anda tidak mengambil resiko untuk menunggu hingga 1 tahun, dengan metode penggunaan celana hernia bayi dan anak hal ini dapat meminimalisir tindakan operasi pada anak Anda.

Baca Juga:  Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Gastritis

3.Hernia epigastrium
Epigastrium disebut juga sebagai hernia ventral yaitu bagian dari usus menonjol melalui otot-otot perut yang terletak antara pusar dan dada, data terbaru menyebutkan bahwa sekitar 75% penderita hernia epigastrium terjadi pada laki-laki. Operasi adalah cara yang umum untuk menyembuhkannya.

4.Hernia insisional
Jika Anda pernah menjalani operasi di daerah perut Anda, Anda mungkin akan berpotensi mengalami jenis hernia ini. Hernia insisional adalah adanya tonjolan bagian dari usus melalui perut sekitar sayatan bedah, ini terjadi karena sisa bekas operasi justru melemahkan jaringan otot di perut. Jenis hernia insisional membutuhkan operasi lagi untuk memperbaikinya.

5.Hernia hiatus
Pada jenis ini terjadi karena adanya pembukaan diafragma dimana esofagus (pipa bahwa makanan bergerak ke bawah) bergabung perut, jika otot di sekitar pembukaan diafragma menjadi lemah, bagian paling atas dari perut seseorang dapat menonjol keluar melalui diafragma.

Hernia Hiatus yang umum, meskipun kecil biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Berbeda dengan jenis yang lain, Anda tidak akan dapat melihat tonjolan di bagian luar tubuh Anda, tetapi Anda mungkin merasa mulas, gangguan pencernaan, dan nyeri dada. Hernia hiatus dapat diobati dengan obat-obatan dan diet perubahan, tetapi mereka kadang-kadang memerlukan operasi.

Penyebab hernia :

1.Peningkatan tekanan di dalam perut.
2.Adanya titik lemah yang ada di dinding perut.
3.Kombinasi kedua gejala tersebut.
4.Mengejan berlebihan saat buang air.
5.Mengangkat beban berat.
6.Adanya cairan di perut.
7.Kehamilan.
8.Kelebihan berat badan.
9.Batuk atau bersin terlalu keras.