Sekilas Tentang Menopause

Dokter Sehat – Menopause menandai usia wanita saat menstruasi mereka berhenti dan tidak lagi subur (tidak bisa lagi hamil), di Inggris rata-rata usia menopause adalah 52 tahun (Dinas Keshatan Nasional) sementara di Amerika Serikat adalah 51 tahun (Institut Nasional tentang Usia). Sekitar seperlimapuluh wanita di India mengalami menopause sebelum usia 41 tahun menurut temuan suatu studi, menopause adalah bagian normal dalam hidup ini adalah suatu tahapan hidup seperti halnya pubertas ini bukanlah penyakit atau suatu kondisi. Waktu menstruasi terakhir wanita kadangkala jatuh bertahun-tahun lebih awal, beberapa wanita lainnya mungkin mengalami gejala menopause tersebut beberapa bulan atau tahun lebih lambat.



Menurut kamus medis Medilexicon, menopause adalam pengghentian menstruasi secara permanen karena kegagalam ovarium, akhir dari kehidupan menstruasi (menstruasi keluarnya darah selama periode menstruasi pada wanita). Masa peri-menopause adalah periode 3 atau 5 tahun sebelum menopause bila tingkat hormone estrogen wanita mulai menurun.

Para ahli mengatakan bahwa secara teknis menopause dapat dipastikan bila wanita tidak lagi mengalami periode menstruasi selama satu tahun, akan tetapi, gejala dan tanda-tanda menopause pada umumnya muncul sebelum satu tahun menstruasi terakhir. Ini termasuk periode menstruasi tidak beraturan ini biasanya gejala pertama periode menstruasi berubah-ubah, beberapa wanita bisa mengalami satu periode menstruasi setiap dua atau tiga minggu, sementara yang lainnya tidak mengalami menstruasi sama sekali dalam satu bulan. Kesuburan yang menurun sampai selama masa tahapan peri-menopause tingkatan hormone estrogen pada wanita akan menurun secara signifikan, mengurangi kemungkinan mereka untuk hamil.

Kekeringan pada vagina ini mungkin diikuti dengan rasa gatal dan atau tidak nyaman, ini cenderung terjadi selama masa peri-menopause. Beberapa wanita mungkin mengalami dyspareunia (perih selama berhubungan seksual), Istilah vaginal atrophy merujuk pada peradangan pada vagina yang dihasilkan oleh kurangnya hormon estrogen. Sekitar 30% wanita mengalami gejala vaginal atrophy selama masa awal post-menopause, sementara sekitar 47% juga mengalaminya selama masa post-menopause berikutnya.

Merasakan panas di badan (Hot Flushes) ini merupakan kondisi dimana badan bagian atas mendadak merasakan panas, rasa panas bisa dimulai dari wajah, leher atau dada dan kemudian menyebar ke atas dan ke bawah (tergantung darimana itu dimulai). Kulit wajah, leher atau dada kemerah-merahan dan menjadi sedikit belang-belang dan menimbulkan keringat. Detak jantung bisa mendadak meningkat (tachycardia) atau iramanya bisa tidak teratur atau lebih kuat daripada biasanya (jantung berdebar-debar). Gejala ini pada umumnya timbul selama tahun pertama setelah wanita mengalami menstruasi terakhir.

Baca Juga:  Diet Tinggi Serat

Seiring bertambahnya usia, umumnya sekitar 40-55 tahun, terjadi menopause. Potensi wanita mengandung menurun drastis, produksi telur atau ovum di ovarium turun. Selain itu juga dapat disebabkan karena faktor tertentu seperti operasi dan pengobatan medis, operasi pengangkatan indung telur (bilateral oopharectomy), kemoterapi, dan terapi radiasi panggul. Histerektomi (operasi pengangkatan rahim) tanpa menghilangkan ovarium tidak menyebabkan menopause, meskipun sudah tidak lagi mens.

Dalam catatan National Institute on Aging, rata-rata wanita berusia 51tahun mengalami menopause, tapi bisa juga mulai lebih awal atau sangat lambat. Beberapa perempuan mulai menopause usia 40, dan persentase yang sangat kecil hingga akhir 60tahun. Perempuan yang merokok cenderung mengalami menopause beberapa tahun lebih awal dibanding bukan perokok, tidak ada cara untuk memprediksi usia menopause. Jika seorang wanita tidak mens lagi selama 12 bulan berturut-turut, tanpa penyebab yang jelas lainnya, maka terjadi menopause.

Efek menopause bisa dikurangi dengan terapi hormon pengganti (hormone replacement therapy), pengobatan lain dengan pil KB dosis rendah dan terkontrol jika mendekati perimenopause, obat antidepresan, obat tekanan darah, atau obat lain untuk membantu kurangi hot flashes, dan krim estrogen vagina. Dokter juga membantu dengan tips gaya hidup tentang mengatur pola makan, olahraga, tidur, dan manajemen stres.

Terapi penggantian hormon dapat meringankan gejala-gejala menopause, FDA merekomendasikan agar mengonsumsi dosis terendah, dan hanya untuk waktu singkat karena penelitian mengaitkan penggunaan jangka panjang dari terapi penggantian hormon untuk risiko yang lebih besar ke serangan jantung, stroke, pembekuan darah, dan kanker payudara.

Bioidentical Hormone Therapyuntuk gejala menopause dapat merujuk kepada beberapa obat yang disetujui FDA, atau bisa mengacu pada hormon yang berasal dari tanaman di racik untuk mencocokkan setiap pasien yang berkasus beda. Beberapa dokter mengklaim bahwa bioidentik hormon lebih aman, walau belum semua disetujui FDA. FDA memberi saran dengan konsumsi dosis terendah dalam waktu singkat.

Menurut National Institutes of Health, belum ada banyak penelitian yang dirancang dengan baik tentang topik ini, sehingga penelitian ini tidak cukup kuat untuk menarik kesimpulan tentang perawatan seperti black cohosh, dong quai, semanggi merah, dan kedelai. Jika mengkonsumsi suplemen, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.