Sekilas Erysipelas

DokterSehat.Com – Pernahkah pembaca menjumpai seseorang menderita penyakit kulit yang ditandai dengan kulit berbercak merah, berbatas tegas, melepuh, kadang berair, adakalanya bernanah dan membentuk area erosi cukup luas pada permukaan kulit ? Jika iya, maka tanda umum tersebut merupakan gambaran dari Erysipelas.

14

Meski sekarang sudah jarang, penyakit ini masih dapat dijumpai di praktek sehari-hari, terutama pada anak-anak yang sebelumnya ditemukan adanya koreng atau luka di sekitar timbulnya Erysipelas (Erisipelas). Ingat ! Tidak ada pantangan makanan.

Apa erysipelas itu?

Erysipelas ( Erisipelas ) adalah infeksi akut pada kulit dan jaringan di bawah kulit yang sebagian besar disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes. Erysipelas dapat terjadi pada semua usia dan semua bangsa (ras), namun paling sering terjadi pada bayi, anak dan usia lanjut.

Aste N, Atzori L, Zucca M, Pau M, Biggio P menyebutkan bahwa Erysipelas lebih sering terjadi pada pria ketimbang wanita, dengan perbandingan 4:1. Sekitar 85 % Erysipelas terjadi di kaki dan wajah, sedangkan sebagian kecil dapat terjadi di tangan, perut dan leher serta tempat lainnya.

Penyebab

Bakteri streptokokus. Faktor resiko untuk terjadinya infeksi ini adalah trauma lokal (robekan kulit), luka terbuka di kulit atau gangguan pada pembuluh balik (vena) maupun pembuluh getal bening.

Selain itu, Erysipelas dapat terjadi pada seseorang yang mengalami penurunan daya tahan tubuh, misalnya: diabetes millitus, malnutrisi (kurang gizi), dan lain-lain.

Gejala

Infeksi ini paling sering menyerang wajah, lengan atau tungkai. Kelainan yang timbul berupa ruam merah dan licin, kulit dibawahnya sangat merah, terasa nyeri, membengkak dan teraba hangat, disertai lepuhan-lepuhan kecil.

Kelenjar getah bening di sekitar daerah yang terinfeksi seringkali membesar dan terasa nyeri. Pada infeksi yang berat, bisa terjadi demam dan menggigil.

Baca Juga:  Neuralgia Trigeminal Menyebabkan Sering Nyeri di Wajah

Perlukah pemeriksaan laboratorium?

Tidak perlu ! Pasalnya, penyakit ini sangat mudah dikenali secara kasat mata. kalaupun dilakukan pemeriksaan Lab, hasilnya menunjukkan peningkatan lekosit hingga 20.000 atau lebih. Itu saja. Kecuali untuk tujuan penelitian di RS Sentra Pendidikan Kedokteran, dimana diperlukan kultur darah dan cairan erosi luka untuk mengetahui jenis kuman.

Pengobatan

Untuk infeksi ringan, digunakan penicillin atau erythromycin per-oral (melalui mulut) selama 2 minggu. Untuk infeksi berat, biasanya diberikan suntikan antibiotik.