Sehatkah Bentuk dan Warna Feses Anda?

doktersehat-toilet-ambeien-wasir-buang-air-besar-lancar-bab-Inkontinensia-Usus-kencing-berdarah

DokterSehat.Com – Tinja atau feses adalah sisa makanan yang dikeluarkan tubuh saat buang air besar (BAB). Jangan hanya anggap feses sebagai sesuatu yang kotor dan harus segera dibuang!

Pernahkah Anda perhatikan?

Feses yang merupakan sisa dari isi perut (bowel movements) dapat memberikan informasi penting pada dokter mengenai apa yang terjadi ketika mengalami masalah di perut, usus, atau di bagian lain dari sistem pencernaan.

Tinja atau fases atau dalam bahasa kasarnya disebut tahi adalah proses pembuangan kotoran dapat terjadi (bergantung pada individu dan kondisi) antara sekali setiap satu atau dua hari hingga beberapa kali dalam sehari.

Pengerasan tinja atau feses dapat menyebabkan meningkatnya waktu dan menurunnya frekuensi buang air besar antara pengeluarannya atau pembuangannya disebut dengan konstipasi atau sembelit.

Sebaliknya, bila pengerasan tinja atau feses terganggu, maka akan menyebabkan menurunnya waktu dan meningkatnya frekuensi buang air besar. Kondisi ini biasa kita sebut diare atau mencret.

Bau khas tinja atau feses disebabkan oleh aktivitas bakteri. Bakteri menghasilkan senyawa seperti indole, skatole, thiol (senyawa yang mengandung belerang), dan juga gas hidrogen sulfida. Asupan makanan berupa rempah-rempah dapat menambah bau khas feses atau tinja, terdapat juga beberapa produk komersial yang dapat mengurangi bau feses atau tinja.

5 Warna Feses Manusia dan Penyebabnya

Perlu Anda ketahui bahwa faktanya ada beragam warna feses yang bisa dihasilkan tubuh. Tidak sembarangan karena nyatanya ini menunjukkan kondisi kesehatan kita.

Berikut beragam warna feses beserta faktor penyebabnya:

1. Warna tinja hijau

Feses berwarna hijau disebabkan karena waktu transit kotoran sangat singkat di usus. Hal ini menyebabkan proses pewarnaan kotoran menjadi sangat singkat dan menghasilkan BAB berwarna hijau.

Dalam kondisi ini, Anda bisa mengalami diare bila kondisi terus menerus dibiarkan. Selain itu, tinja berwarna hijau juga bisa jadi merupakan indikator dari beberapa jenis infeksi bakteri karena peradangan pada usus juga menyebabkan waktu transit kotoran menjadi singkat.

BAB warna hijau juga bisa diakibatkan karena gaya hidup. Misalnya, Ada seorang vegetarian, maka feses berwarna hijau bukanlah sebuah masalah karena zat klorofil yang terkandung dalam daun tidak dapat tercerna dan akan ikut terbawa bersama kotoran.

2. Kuning

Kotoran berwarna kuning berarti terdapat banyak kandungan lemak dalam tinja anda, dan hal ini bukanlah merupakan pertanda yang baik. Cobalah sedikit demi sedikit untuk mengubah pola makan tinggi lemak anda.

Selain itu, kotoran warna kuning juga akan memiliki aroma dan bau yang sangat kuat, yang akan membuat waktu buang air besar anda menjadi saat-saat yang tidak nyaman.

3. Merah

Jika kotoran Anda berwarna merah, ini bisa menjadi pertanda adanya perdarahan internal pada usus atau daerah sekitar rektum atau anus. Anda jangan khawatir karena kotoran warna merah ini bisa juga diakibatkan hanya karena anda baru saja konsumsi makanan atau minuman berwarna.

Meskipun sangat jarang terjadi, hal ini bisa juga diakibatkan karena kelebihan produksi cairan empedu. Ini menyebabkan diare yang sangat hebat dan menyebabkan saluran pencernaan Anda mengalami pendarahan.

4. Hitam

Warna feses kehitaman bisa jadi diakibatkan karena pendarahan yang terjadi pada lambung atau tenggorokan. Biasanya pendarahan membuat warna kotoran menjadi merah, namun pendarahan pada organ lambung atau tenggorokan akan membuat warna kotoran jadi hitam.

Hal ini disebabkan darah akan mengalami proses oksidasi ketika melewati cairan asam lambung dan menghasilkan warna kehitaman.

5. Putih atau keabu-abuan

Apabila warna feses Anda cukup terang atau putih keabu-abuan, ini menandakan adanya saluran empedu yang tersumbat. Ada beberapa faktor yang membuat feses berwarna seperti ini, yaitu indikasi penyakit hati atau mengonsumsi obat-obatan anti diare dalam dosis tinggi.

Kriteria Feses yang Sehat

Saat BAB, feses dikeluarkan melalui anus dengan kandungan rata-rata 75% air, dan 25% material padat. Presentase ini bervariasi pada setiap individu dan.

Feses dapat mengandung bakteri yang telah mati (membantu pada saat pencernaan), serat (yang tidak dapat dicerna secara sempurna), protein, garam, lemak, dan substansi yang dikeluarkan dari hati dan usus.

Rata-rata orang dewasa dapat menghasilkan 100 sampai 250 gram dari hasil pencernaan harian secara normal. Jumlah ini akan dihasilkan jika mengonsumsi makanan berat satu hingga dua mangkuk nasi dalam sehari. Umur, jenis makanan, hingga kebiasaan BAB secara alami merefleksikan tingkat kesehatan kita.

Pada dasarnya, feses sangat erat berkaitan dengan makanan yang kita konsumsi. Berbagai macam obat dan terapi pengobatan dapat mengubah tekstur dan warna feses.

Ketika kita banyak mengonsumsi sayuran, maka sebagian feses berwarna hijau tua. Jika mengonsumsi lebih banyak daging, maka warna feses akan lebih gelap, yaitu cokelat sampai hitam.

Menurut ahli feses manusia dari Jepang, kita dapat mengdiagnosis kondisi kesehatan dari warna, bau, dan tekstur feses. Diameter feses yang sehat adalah 3 sentimeter dengan warna kuning keemasan atau cokelat, halus tetapi tidak terlalu halus seperti lumpur.

Bila warna feses cenderung putih, bisa jadi Anda mengalami gangguan fungsi hati. Warna feses yang hitam mencirikan ada masalah dalam organ pencernaan bagian atas atau bisa jadi usus besar Anda mengalami pendarahan. Feses jadi hitam karena makanan yang telah dicerna dan mengandung darah tercampur dengan asam lambung.

Feses yang mengandung bau tidak terlalu menyengat, 2 atau 3 buah feses dalam sekali keluaran, tidak diperlukan tekanan saat BAB ternyata mengandung 70 hingga 80 persen air dan akan mengapung dalam air.

Jadi, jangan malu-malu menengok feses yang keluar dari lubang anus Anda!

Cek Kesehatan Tubuh Melalui Feses

Jika ingin menilai seberapa sehat tubuh, ternyata bisa dilihat dari bentuk kotoran. Coba Anda jawab dan hitung poin dari pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Apakah mengambang? (Ya: 1 poin, Tenggelam: 2 poin)

2. Seberapa keras? (Seperti pasta gigi: 1 poin, Keras: 2 poin)

3. Seberapa berat? (Di atas 200 gram: 1 poin, Di bawah 200 gram: 2 poin)

4. Seberapa sering? (1x sehari: 1 poin, Tidak setiap hari: 2 poin)

5. Warnanya? ( Kuning: 1 poin, Coklat gelap: 2 poin)

6. Berbau? (Tidak terlalu bau: 1 poin, Menyengat: 2 poin)

Jika total poin Anda:

  • 7–9 poin: Cukup sehat
  • 10-12 poin: Perhatikan pola makan dan konsumsi makanan yang berserat tinggi
  • 13-14 poin: Waspada

Jika merasa tidak sehat, sebaiknya konsultasi ke dokter!