Melihat Kesehatan Tubuh dari Urine, Seperti Apa Warna yang Normal?

Doktersehat-penyebab-urine-berwarna-keruh
Photo Credit: Flickr.com/Alexander Kruse

DokterSehat.Com – Mengenali warna urine adalah cara termudah yang bisa dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan pada tubuh. Meski warna urine sering kali disepelekan, hal itu bisa menunjukkan jenis penyakit yang sedang Anda alami.

Beberapa pakar kesehatan mengatakan, urine dapat dijadikan indikator untuk melihat kesehatan tubuh secara keseluruhan. Komposisi urine bisa menunjukkan apakah seseorang terkena infeksi kandung kemih atau tidak.

Perlu diketahui, perempuan berisiko mengalami infeksi kandung kemih karena posisi anus dan vagina yang berdekatan. Jika cara membersihkan anus dan vagina usai membuang kotoran tidak dilakukan dengan baik hal itu bisa mengakibatkan banyak kuman bersemayam. Akibatnya kemungkinan terjadinya infeksi pun tinggi.

baca juga: Waspada, Urine Berbusa Bisa Pertanda Buruk

Menurut dr Ayodia Soebadhi, SpU dari RSUD Dr Soetomo, warna urine yang normal dapat bervariasi untuk setiap orang. Umumnya urine berwarna jernih atau kekuningan. Urine sendiri dibuat dari penyaringan darah yang kemudian dilakukan penambahan, pengurangan, atau penukaran oleh sistem ginjal.

Mengenali Warna Urine

Berikut ini adalah penyebab air kencing keruh yang perlu Anda ketahui—sebagai petunjuk mengenai kondisi kesehatan tubuh Anda.

  • Oranye

Urine yang berwarna oranye dapat disebabkan oleh beberapa masalah. Antara lain, masalah kesehatan, dehidrasi dan konsumsi obat tertentu. Obat yang umumnya dapat menyebabkan urine berwarna oranye yaitu obat kemoterapi, obat pencahar, obat anti inflamasi atau sulfasalazine, dan pyridium. Sedangkan kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan warna urine oranye adalah gangguan pada hati atau saluran empedu yang disertai warna feses terlihat pucat.

  • Hijau atau biru

Warna urine yang satu ini mungkin dapat membuat Anda cukup kaget. Warna seperti ini dapat disebabkan oleh kondisi medis yang cukup jarang terjadi, serta dapat disebabkan oleh obat asma dan propofol anestesi. Segera hubungi dokter jika warna urine Anda tidak kunjung kembali normal.

  • Merah muda

Jika Anda mengalami buang air kecil yang berwarna merah muda, cobalah untuk memerhatikan gejala lainnya. Pasalnya, warna urine seperti ini dapat disebabkan oleh makanan atau obat yang Anda konsumsi, darah serta tanda adanya penyakit tertentu. Misalnya saja infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, tumor, atau masalah prostat. Obat-obatan tertentu untuk infeksi saluran kemih dan antibiotik rifampin juga bisa menyebabkan warna urine menjadi merah muda.

  • Cokelat

Urine yang berwarna cokelat atau cokelat tua dapat menjadi tanda adanya masalah pada organ hati, serta dapat menjadi tanda bahwa Anda mengalami dehidrasi. Dehidrasi sendiri terjadi karena tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan dengan yang masuk ke dalam tubuh Anda.

baca juga: Ciri-Ciri Urine Pada Penderita Gangguan Ginjal

Manfaat Lain Tes Urine

Setelah Anda mengetahui warna urine dan kaitannya dengan kesehatan tubuh, tes urine juga dapat dilakukan karena beberapa alasan, di antaranya:

  • Tes urine untuk menentukan kehamilan dapat dilakukan sendiri dengan membeli alat tes yang dijual bebas di apotek, atau dilaksanakan dengan aturan medis dokter/rumah sakit.
  • Memantau perkembangan penyakit dan respons tubuh terhadap pengobatan yang dijalani, misalnya pada pasien penderita penyakit diabetes, kerusakan dan infeksi ginjal, penyakit saluran kemih, lupus, dan tekanan darah.
  • Mengetahui adanya zat atau obat tertentu dalam urine seseorang, misalnya pada atlet, pelajar/mahasiswa, pegawai kantoran, pecandu, dan lain-lain. Tes ini dapat mendeteksi adanya zat berbahaya opiate, benzodiazepine, barbiturate, phencyclidine, ganja, metamphetamine, amphetamine, hingga kokain.

Kondisi Urine yang Normal

Tes urine bisa saja dinyatakan normal apabila urine terlihat berwarna pucat hingga kuning gelap, jernih, berbau seperti urine biasa, memiliki tingkat pH 4,6-8,01, tidak ada sel-sel darah merah atau putih yang terlihat, serta tidak terdapat bakteri, sel ragi, parasit, atau sel skuamosa.

Perubahan warna urine dapat terjadi karena beberapa hal. Meski warna urine yang tidak biasa dapat disebabkan oleh obat atau makanan tertentu, disarankan untuk memperhatikan dengan baik kondisi urine Anda. Jangan lupa untuk mengeluarkan racun tubuh dengan buang air kecil sebanyak 0,8 hingga 2,5 liter dalam sehari.