Studi Baru: Desa Adalah Tempat Paling Sehat di Jagat Raya

hidup-di-desa-doktersehat
photo credit : pexels.com

DokterSehat.Com– Sebagian besar orang memang lebih cenderung memilih untuk hidup di kota. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, banyak anggapan bahwa kota adalah tempat yang paling layak dihuni dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari faktor ekonomi, insfrastruktur, fasilitas, pendidikan, dan berbagai macam faktor atau alasan lainnya.

Memang benar, hidup di kota membuat seseorang menjadi lebih mudah dalam mendapatkan berbagai kebutuhan, tidak seperti di desa. Maka tak heran, jika urbanisasi semakin melonjak setiap tahunnya.

Namun, tahukah Anda bahwa baru-baru ini ada sebuah penelitian baru yang mengatakan bahwa desa adalah tempat paling sehat di jagat raya? Penelitian tersebut dilakukan oleh Universitas Exeter yang diprakarsai oleh ahli psikologis lingkungan. Dari penelitian panjang itu, peneliti mengemukakan hasil bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh pada kehidupan serta kesehatan seseorang.

Lebih lanjut lagi, peneliti tersebut menjelaskan bahwa tidak ada satu tempat pun di dunia ini yang tak lebih sehat dari desa. Salah satu alasannya adalah desa adalah satu-satunya tempat yang tidak terkena polusi udara, terlebih jika desa setempat memiliki tumbuhan hijau yang lebat. Sebab, semakin banyak tumbuhan, maka semakin baik pula kualitas udara yang dihirup oleh manusia.

Berbeda dengan daerah perkotaan yang setiap hari selalu mengalami polusi udara, baik dari kendaraan maupun dari pabrik. Selain itu, kebiasaan hidup di desa juga bisa mendorong kesehatan seseorang. Misalnya, kebiasaan makan dengan bahan alami, bukan makanan siap saji layaknya di perkotaan. Dengan rutin mengonsumsi makanan alami, dipercaya membuat tubuh menjadi lebih bugar dan kebal terhadap berbagai macam penyakit.

Kemudian, faktor penting lainnya adalah tentang sosial. Seperti diketahui, masyarakat desa memang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, serta tenggang rasa. Dengan sering berkomunikasi antar sesama makhluk sosial, dipercaya bisa membuat rasa  bahagia. Lantas, rasa bahagia tersebut akan menstimulus otak untuk memacu kinerja pada seluruh organ tubuh menjadi lebih maksimal sehingga seseorang terhindar dari masalah kesehatan.