Sebelum Meninggal Karena Tumor Otak, Wanita ini Mengaku Sempat Melihat Bunda Maria

DokterSehat.Com – Sebuah kasus yang dialami oleh seorang wanita yang tidak disebutkan namanya dari Spanyol ini cukup menyita perhatian banyak orang. Wanita yang sudah berusia 60 tahun ini sebelumnya dikenal luas sangat ceria dan selalu berpikiran positif. Hanya saja, dalam dua bulan terakhir, teman-temannya berkata bahwa Ia kini menjadi lebih relijius, lebih tertutup, dan kerap murung. Ia juga cenderung lebih tertarik membaca Kitab Injil dan berbagai pujian keagamaan lainnya. Yang luar biasa adalah, tiba-tiba Ia mengaku pernah melihat, merasakan kedatangan, sekaligus berbincang-bincang dengan Bunda Maria. Apa yang sebenarnya terjadi?

doktersehat-parkinson-otak-brain-penyakit-meningitis

Teman-teman dari wanita ini sempat menganggapnya mengalami depresi karena selama ini masih harus mengurus kerabatnya yang menderita kanker. Hanya saja, setelah diperiksa dengan scan MRI, dokter menyebutkan bahwa pada mata sang wanita ternyata muncul beberapa lesi. Dokter pun kemudian melakukan tes biopsi dan akhirnya mendiagnosis sang wanita dengan penyakit glioblastoma multiforme, sejenis kanker otak yang tergolong sangat agresif.

Tumor yang ada pada otaknya ini ternya sudah berukuran cukup besar sehingga wanita ini pun harus mendapatkan kemoterapi dan pengobatan radiasi. Selain itu, wanita ini juga harus mengkonsumsi obat antipsikotik yang memang diyakini mampu membantu penyembuhan tumor otak ini. Setelah melakukan pengobatan selama lima pekan, entah bagaimana ceritanya, kepribadian wanita ini yang sempat menjadi sangat relijius ini kemudian berangsur kembali normal.

Pakar kesehatan dari Hospital General Universitario Meseguer yang ada di Murcia, Spanyol, berkata bahwa perubahan kepribadian dan pola pikir pada pasien tumor otak memang kerap terjadi. Di dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa 22 persen penderita tumor otak memang mengalami gejala psikotik atau masalah kejiwaan, termasuk diantaranya perubahan kepribadian menjadi sangat relijius. Bisa jadi, hal ini disebabkan karena tumor menyerang bagian otak bernama temporal lobe yang memang berkaitan dengan keyakinan atau kepribadian seseorang. Tak hanya itu, bagian otak ini juga berkaitan dengan pengalaman mistis tertentu.

Baca Juga:  Glioblastoma - Diagnosis dan Pengobatan

Sayangnya, setelah diobati, kondisi wanita ini justru semakin memburuk sehingga dua bulan kemudian terserang stroke. Delapan bulan setelah pertama kali didiagnosis tumor otak, wanita ini pun akhirnya meninggal dunia karena penyakit ganas ini.