Sebagian Besar Dana BPJS Dihabiskan Untuk Penyakit-Penyakit Ini

DokterSehat.Com – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kesehatan nasional cukup akrab dengan istilah BPJS kesehatan. Dengan adanya BPJS, berbagai kalangan masyarakat mendapatkan bantuan untuk mendapatkan kembali kesehatannya jika tertimpa berbagai jenis penyakit, khususnya penyakit berbahaya. Namun, menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia pada tahun 2013, sebanyak 23,9 persen dana BPJS yang setara dengan angka Rp 13,39 triliun, ternyata dihabiskan untuk penyakit-penyakit berbahaya layaknya penyakit gagal ginjal, penyakit jantung, hingga stroke.

doktersehat-konsultasi-dokter-usus-kanker

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek menurutkan jika memang BPJS memberikan kesempatan bagi masyarakat lebih besar untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakit-penyakit berbahaya tersebut. Namun, dengan adanya data ini, ada baiknya seluruh kalangan masyarakat dan mereka yang bergerak di dunia kesehatan semakin baik dalam memberikan informasi dan melakukan pencegahan agar jumlah masyarakat yang terkena penyakit-penyakit berbahaya ini bisa semakin menurun.

Menurut Prof. Dr. dr. Nila, angka lebih dari Rp 13 triliun ini sangatlah besar untuk penanganan penyakit. Alangkah baiknya jika angka ini bisa lebih dialokasikan untuk pencegahan penyakit sehingga masyarakat Indonesia pun memiliki kualitas kehidupan yang jauh lebih baik. Sang menteri pun meminta masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya melakukan gaya hidup sehat demi menghindari munculnya penyakit-penyakit berbahaya tersebut.

Dalam rentang waktu pemerintah mengadakan penyelenggaraan BPJS, terjadi sebuah perubahan pola penyakit yang cukup signifikan di masyarakat dimana pada jaman sekarang justru semakin banyak penyakit tidak menular namun berbahaya yang muncul jika dibandingkan dengan maraknya penyakit menular di jaman dahulu. Hal ini berarti, masyarakat pun dituntut untuk semakin baik dalam melakukan gaya hidup yang bersih nan sehat demi semakin mengurangi resiko terkena berbagai penyakit berbahaya dan gangguan kesehatan lainnya.