Sayuran Hijau Ini Mampu Menjaga Kestabilan Gula Darah Penderita Diabetes

DokterSehat.Com– Salah satu jenis sayuran yang banyak disukai oleh banyak orang adalah brokoli. Tak hanya memiliki bentuk yang unik, brokoli juga memiliki rasa yang enak. Pakar kesehatan sendiri menyebut brokoli sebagai salah satu makanan yang kaya akan nutrisi dan manfaat kesehatan. Salah satu manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari brokoli adalah kemampuannya dalam menjaga kestabilan gula darah.

doktersehat-diabetes-penyakit-berbahaya-bisul-hemofilia-A-tes-HbA1c

Dalam laman kesehatan Boldsky, disebutkan bahwa jika kita mengkonsumsi brokoli setiap hari secara rutin dengan porsi yang tepat, maka kadar gula dalam darah akan cenderung stabil. Hal ini tentu akan membuat kita bisa mencegah datangnya diabetes dengan lebih baik. Bagi yang sudah terkena diabetes, konsumsi brokoli secara rutin akan membuat mereka lebih baik dalam menjaga kestabilan gula darah sehingga tentu akan mencegah datangnya komplikasi dari penyakit ini.

Tak hanya menjaga kadar gula dalam darah, brokoli ternyata juga bisa menurunkan resiko kerusakan pada organ ginjal. Tak hanya itu, kandungan metformin dan sulfoharane pada brokoli akan membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat sehingga kita pun akan tidak mudah jatuh sakit.

Berbagai fakta sehat tentang brokoli ini didapatkan dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Annika Axelson yang berasal dari Lundi University di Swedia. Dalam penelitiannya ini, Annika melakukan pengujian pada tikus percobaan yang diberi senyawa yang ada dalam brokoli. Hasilnya adalah, para tikus ini cenderung mampu menurunkan produksi glukosa dalam tubuh dengan signifikan.

Menurut penelitian yang kemudian hasilnya dipublikasikan dalam jurnal berjudul Journal Sciencce Translation Medicine ini, diketahui bahwa 97 pasien penderita diabetes tipe 2 yang rutin mengkonsumsi ekstrak brokoli ternyata mengalami penurunan kadar gula darah hingga 30 persen hanya dalam waktu 12 pekan saja. Selain itu, konsumsi ekstrak brokoli juga bisa menurunkan resiko berbagai penyakit berbahaya layaknya gangguan hati, kanker, atau penyakit jantung pada mereka yang memiliki badan sehat atau yang mengalami obesitas.