Sawan Anak dan Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

DokterSehat.Com – Sawan dipercaya masyarakat sebagai gejala rewel, kejang-kejang dan demam yang disebabkan oleh terlanggarnya berbagai mitos yang mungkin dilakukan oleh sang ibu. Menurut Choirun di situs kompasiana.com, penyebab anak sawanen bisa jadi karena si ibu makan kambing saat menyusui, si ibu dan bayi menghadiri acara pernikahan atau pemakaman, atau karena si ibu makan makanan yang pedas.

7

Apapun penyebabnya, kondisi bayi atau anak yang sedang sawanen sangat menghawatirkan. Demam tinggi hingga kejang-kejang pada bayi bisa merusak otaknya. Menurut shvoong.com, anak yang terkena sawan atau lebih tepatnya kejang berhubungan dengan aliran elektrik dalam tubuhnya.

Aliran elektrik ini terlepas secara tidak normal di dalam otak anak dan mengakibatkan terjadinya guncangan pada anak. Anak yang sedang sawanen parah bahkan bisa sampai menggeliat-geliat di lantai, bola matanya bergerak ke atas, mulutnya berbusa, lidahnya tergigit dan kehilangan kesadaran sejenak. Gejalanya sangat mirip dengan epilepsi.

Lalu bagaimana caranya memberikan pertolongan?

  1. Membaringkan anak dengan aman di atas lantai dengan posisi telungkup atau miring, agar lidahnya menjulur ke depan dan lendir bisa mengalir keluar, sehingga tidak menghalangi masuknya oksigen ke dalam tubuh.
  1. Jangan memberikan makanan atau minum selama anak sawan.
  1. Jangan cemas jika bibir anak tidak berwarna biru dan anak masih bisa bernapas dengan normal.
  1. Bila bibir anak berubah menjadi biru atau sesak napas, berikan napas buatan dari mulut ke mulut setelah saluran udaranya dibersihkan.
  1. Singkirkan barang-barang yang berbahaya jika anak masih menggeliat-geliat di lantai.
  1. Jika panas anak tetap tinggi, bukalah bajunya dan gosokkan badannya dengna menggunakan handuk yang dingin untuk mengurangi temperatur yang meningkat secara tiba-tiba. Karena demam yang semakin parah bsia mengakibatkan lebih banyak serangan tiba-tiba.
Baca Juga:  Selama Kehamilan Sebaiknya Menghindari Konsumsi Junk Food Terlebih Dahulu

Setelah sawan anak biasanya tenang kembali dan dapat tidur dengan nyenyak. Jika sawan terjadi akibat demam yang tinggi, maka perhatikan temperaturnya dengan seksama agar sawan tidak terulang kembali dan berilah obat penurun demam. Jagalah agar demam anak tetap terkendali dan segera ke rumah sakit jika demam tidak turun setelah beberapa jam.