Satu Dari Lima Pria Malas Mencuci Celana Dalamnya dan Memakainya Berkali-Kali

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan menyebutkan jika pria memang cenderung lebih malas untuk menjaga kesehatan tubuh mereka, khususnya dalam menjaga kebersihan. Dari sebuah survei yang dilakukan oleh YouGov di Inggris, diketahui bahwa satu dari lima pria yang berasal dari Inggris terlalu malas untuk mencuci celana dalamnya dan bisa memakainya berkali-kali hingga mereka akhirnya mencucinya. Penelitian ini bahkan juga menyebutkan jika pria bisa memakai celana dalam boxer hingga berhari-hari lamanya.

doktersehat-pria-underwear-celana-dalam-vegetarian-sperma-sedikit

Pakar kesehatan menyebutkan jika pakaian kotor, termasuk khususnya celana dalam dan kaus kaki, memang sebaiknya cukup sering untuk dicuci mengingat andai digunakan berkali-kali atau dalam waktu yang lama, bisa menjadi tempat yang ideal bagi berbagai mikroorganisme layaknya bakteri dan kuman untuk berkembang biak sehingga memicu gatal-gatal atau bahkan ruam-ruam pada kulit.

Apakah wanita lebih rajin dalam mencuci pakaian dalamnya dibandingkan dengan pria? Penelitian ini menunjukkan jika hanya 6 persen wanita yang mengaku memiliki kebiasaan malas mencuci celana dalam layaknya pria. Namun, khusus untuk bra, 41 persen wanita akan memakainya sebanyak tiga hingga lima kali sebelum akhirnya mencucinya, dan 25 perrsen lainnya akan memakainya hingga dua kali sebelum mencucinya.

Banyak wanita berkata jika mereka menahan diri untuk tidak segera mencuci bra karena andai pakaian dalam ini terlalu sering dicuci, maka elastisitas dari bra ini akan mengalami kerusakan sehingga bra pun tidak lagi mampu menyangga payudara dengan sempurna.

Pakar kesehatan Chau Stone menyebutkan jika pakaian yang terlalu lama tidak dicuci bisa menyimpan cukup banyak minyak alami tubuh sehingga harus cukup sering untuk dicuci. Andai kita tidak melakukannya, maka kita akan beresiko tinggi terkena masalah jerawat, gatal-gatal, hingga kutil pada kulit tubuh. Stone menyebutkan jika pakaian kotor bisa mentransfer bakteri menuju folikel rambut dan membuat bagian tersebut terinfeksi dan memicu berbagai masalah kesehatan kulit.