Samakah antara Kista, Miom, dan Tumor?

DokterSehat.Com Antara dokter dan pasien, mungkin banyak hal yang masih “miss” padahal yg dibahas di ruang praktik adalah organ tubuh yang semua orang punya, tetapi mungkin dokter tidak cukup waktu untuk menjelaskan panjang lebar, sementara pasien ingin tahu lebih dalam kondisi pada dirinya.

shutterstock_164104064 copy

Simpelnya, tumor adalah pembesaran jaringan, bisa karena radang, kista, miom, atau kanker ganas. Kista sendiri bisa saja jinak dan bisa saja ganas, tergantung sifat sel penyusunnya: sel jinak yang membesar, atau sel ganas yang memiliki kemampuan bertumbuh secara tidak terkontrol. Miom, sebenarnya lengkapnya adalah MIOMA, adalah tumor jinak yang terdiri dari serabut-serabut otot polos, dan bisa terjadi pada organ yang memiliki lapisan otot polos, seperti usus, rahim, atau bahkan payudara.

Kista adalah suatu ruangan/rongga patologis (gampangannya, rongga tersebut tidak seharusnya ada pada orang normal) yang biasanya berdinding jaringan ikat dan berisi cairan kental atau semi likuid.  Kista dapat berada dalam jaringan lunak seperti mukosa dari rahim, ovarium, maupun jaringan yang keras seperti tulang. Mungkin yang paling sering kita dengar adalah kista ovarium dan kista payudara. Padahal masih banyak lagi kista-kista di organ lain.

Kista ovarium adalah kista yang tumbuh di ovarium yang terbentuknya bisa karena bermacam sebab. Penyebab inilah nantinya yang akan menentukan tipe dari kista. Diantara beberapa kista ovarium, tipe folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan.  Cairan yang mengisi kista sebagian besar berupa darah yang keluar akibat perlukaan yang terjadi pada pembuluh darah kecil ovarium.  Pada beberapa kasus, kista dapat pula diisi oleh jaringan abnormal tubuh seperti rambut dan gigi.  Jenis-jenisnya bisa meliputi: kista endometriosis yang isinya cairan kecokelatan, kista dermoid yang terdiri dari jaringan-jaringan tubuh, ada juga kista simplex yang isinya hanya berupa cairan bening.

Mioma, tumor jinak yang terdiri dari serabut-serabut otot polos, dan bisa terjadi pada organ yang memiliki lapisan otot polos, seperti usus, rahim, atau bahkan payudara. Kenapa pada gambar 3 mioma dicontohkan di rahim, bukan di indung telur seperti gambar 2? Karena mioma hanya mengenai organ yang memiliki lapisan otot polos, contohnya adalah rahim, sedangkan ovarium tidak memiliki lapisan otot polos sehingga tidak mungkin terjadi mioma.  Mioma dapat dibagi menurut letaknya: (1) mioma subserosa yang berasal dari miosit yang berdekatan dengan lapisan serosa uterus, mioma jenis itu tumbuh ke arah luar dan apabila bertangkai maka dinamakan mioma pedunkulata; (2) mioma intramural yang pertumbuhannya berpusat di dalam dinding rahim; (3) mioma submukosa yang terdapat pada endometrium dan tumbuh ke arah rongga uterus.

Jadi pada dasarnya, KISTA itu berisi cairan, MIOMA itu berisi zat padat yaitu otot.

Baca Juga:  Awas Bahaya Kanker Serviks

Jinak atau ganas, sebenarnya adalah sifat dari sel pembentuk tumor itu sendiri. Pada mioma, sel penyusun tumornya adalah serabut otot polos yang jinak, tidak berproliferasi/bertambah banyak menjadi ganas, sedangkan pada kista, sel penyusunnya bisa jinak, bisa ganas :) .  Tumor yang bersifat ganas disebut dengan kanker. Kepastian sifat jinak atau ganas secara mutlak dapat ditentukan melalui pemeriksaan HISTOPATOLOGI, yaitu melihat jaringan di bawah MIKROSKOP.

Sudah paham perbedaan kista, miom, dan tumor? Yang dibahas di atas tadi adalah seputar struktur jaringannya.

Perbedaan secara klinis dari kista dan mioma dapat kita ketahui dengan memperhatikan hal-hal seperti ini:

Keterangan: Ovary = Ovarium = Indung Telur, Uterus = Rahim

Pertama, terlihat dari lokasi gumpalan. Kista terletak di indung telur yang berada di sisi kiri maupun kanan tubuh, bisa di bagian kiri, kanan, atau keduanya.  Sedangkan miom itu posisinya di rahim. Ia ada di tengah alat kelamin perempuan atau istilah medisnya terletak di uterus. Ia bisa berada di permukaan rahim, di tengah rahim, atau di dalam rahim.

Kedua, perbedaan isi dari kista dan mioma. Pada miom, terdapat serabut-serabut otot yang padat dan berbentuk bulat. Gumpalan menyerupai batu ini tidak memiliki pangkal atau inti, melainkan hanya serabut otot yang permukaannya dapat dikupas.  Sementara kista, isinya sudah pasti cairan. Makanya ketika operasi, dia bisa langsung diangkat tapi bisa juga disedot dulu cairannya baru sisanya diambil. Jadi, bentuknya selalu seperti itu. Tidak akan mungkin menjadi terbalik, misalnya kista tapi padat atau miom tapi cair.

Ketiga yang membedakan dapat dilihat dari keluhan yang dirasakan perempuan.  Kista dapat dideteksi dari rasa nyeri saat haid hari pertama atau kedua, serta adanya rasa nyeri saat berhubungan seksual. Bahkan pada beberapa kasus, kista juga menyebabkan rasa nyeri di luar siklus haid.  Sementara itu, keluhan miom yang lebih dominan justru terlihat pada siklus haid.  Adanya siklus haid yang tak teratur, jumlah hari haid yang lebih panjang, atau jumlah darah haid yang berada di atas batas normal dalam satu siklus.  Jumlah darah yang terlampau banyak ini diperkirakan disebabkan adanya miom di dalam rahim.

Mungkin banyak perempuan yang tidak menyadari kondisi dalam organ reproduksinya, sehingga dapat saja hamil. Kehamilan dengan kista ovarium yang cukup besar dapat mengalami kista terpuntir yang merupakan kondisi akut, dan mungkin akan menghalangi bayi untuk lahir normal. Mioma pada rahim dapat mengganggu kehamilan, yaitu menyebabkan kelainan letak janin (posisi janin melintang) atau menyebabkan keguguran. (dr. Ursula Penny)