Terkena Polio di Kaki Kanan, Pasien Justru Dioperasi Kaki Kirinya

operasi_plastik_doktersehat_2
Photo Source: Flickr/Spitalier Philippe

DokterSehat.Com– Sebuah kasus operasi yang sangat tidak biasa pada tahun 2003 lalu menarik perhatian masyarakat India. Seorang pasien berjenis kelamin wanita yang terkena polio di kaki kirinya justru dioperasi kaki kanannya. Hal ini membuat pihak keluarga mengajukan tuntutan hukum.

Dilansir dari Latestly, Pihak pengadilan Delhi State Consumer Disputes Redressal Commision meminta dokter yang menangani pasien ini untuk memberikan kompensasi sebesar Rs10 Lakh atau sekitar Rp2 Miliar! Meskipun kaki sang pasien diperbaiki kembali, ia terpaksa harus menunda pendidikannya dan gagal menikah gara-gara hal ini.

Salah seorang hakim yang memberikan keputusan ini, NP Kaushik menyebutkan bahwa dokter mengakui kesalahannya dan diminta untuk membayar kompensasi bagi pasien bernama Harpreet Kaur karena justru mengalami kerugian fisik dan mental setelah dioperasi. Ia tak bisa melanjutkan pendidikannya dan gagal menikah karena harus menjalani pemulihan.

Sebelum operasi dilakukan, dr. PS Maini telah mendapatkan tanda tangan dari keluarga pada sebuah formulir yang belum berisi tentang rincian operasi yang akan dilakukan. Padahal, formulir ini seharusnya diisi terlebih dahulu dengan rincian operasi sehingga dikhawatirkan tidak memicu kekeliruan.

“Jika kolom dari bagian tubuh yang dioperasi ini telah ditulis terlebih dahulu, maka pihak keluarga bisa memberikan peringatan jika memang terdapat kekeliruan. Sayangnya, dokter terus melanjutkan kekeliruan ini sehingga membuat proses operasi menjadi kasus malpraktik,” ucap Kaushik.

Diketahui bahwa sang gadis berasal dari Punjab dan telah mencari solusi bagi masalah kesehatannya sejak 3 Juni 1999 silam. Sang gadis didiagnosis terkena post polio equinovalgus pada kaki kanannya. Hanya saja, saat menjalani operasi di Sama Nursing Home pada 30 Mei 2003, yang dioperasi justru kaki kirinya.

Menurut sang dokter, kedua kaki sang gadis terkena polio sehingga memilih untuk mengoperasi kaki yang dianggap memiliki kondisi lebih baik terlebih dahulu. Sayangnya, dokumen yang ada justru menyebutkan bahwa operasi ini seharusnya dilakukan di kaki kanannya saja.