Salah Diagnosis, Penderita Penyakit Lyme Malah Terapi Depresi

doktersehat_lyme_mikayla_vacher
Photo Source: Metro.co.uk

DokterSehat.Com– Selama lima tahun Mikayla Vacher, gadis berusia 23 tahun dari Rhode Island, Amerika Serikat, menjalani terapi depresi. Namun, Ia merasa terapi ini tak kunjung membuat kondisi kesehatannya menjadi lebih baik. Setelah diperiksa kembali kondisi kesehatannya, dokter ternyata salah mendiagnosis Mikayla dengan depresi karena Ia ternyata terkena penyakit lyme!

Dilansir dari Metro.co.uk, penyakit yang disebabkan oleh gigitan kutu ini bisa menyebabkan hilangnya fungsi sensori dan motorik sehingga membuat Mikayla rentan mengalami kelumpuhan. Kini, Ia pun harus menjalani perawatan intensif untuk mengatasi masalah kesehatan ini meskipun hal ini berarti Ia tak mampu bermain hoki atau berkumpul bersama dengan teman-temannya.

Bertahun-tahun Mikayla mengalami gejala seperti ruam-ruam pada kulit, migrain parah, nyeri sendi, kelelahan berlebihan, hingga gejala neurologis seperti depresi. Dokter yang sebelumnya menanganinya sayangnya berpikir jika masalah ini muncul karena psikologis Mikayla sedang terganggu.

Beruntung, setelah lima tahun menjalani terapi depresi yang tak memberikan hasil positif, Mikaylia berinisiatif untuk pergi ke ahli saraf. Ia pun mendapatkan jawaban akan segala masalah kesehatan yang dialaminya selama ini.

“Meskipun tentu tidak senang karena didiagnosis terkena penyakit, kini aku merasa lega karena tahu apa yang terjadi pada diriku sehingg bisa menjalani terapi yang tepat untuk mengatasinya. Aku juga senang karena ternyata tidak mengalami depresi,” ucap Mikayla.

Mikayla pun berpesan pada siapa saja yang merasa ada yang salah pada tubuhnya untuk tidak ragu untuk bertanya pada dokter tentang kondisi kesehatannya sehingga bisa mendapatkan solusi demi mendapatkan kondisi tubuh yang jauh lebih baik.

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik