Sakit Tulang Langka, Pemuda Prancis Harus Pindah ke Kanada

Julien_Ferrer_tulang_langka_doktersehat_1
Photo Source: AFP/Asia One

DokterSehat.Com– Saat dilahirkan, dokter menyebut Julien Ferrer tidak akan mampu bertahan hidup dalam waktu yang lama karena menderita penyakit tulang langka, namun 15 tahun kemudian, Julien masih hidup meski harus pindah dari negara asalnya, Prancis, ke Kanada demi mencari pengobatan.

Dilansir dari Asia One, Julien terlahir di Perpignan, Prancis Selatan. Sayangnya, dokter langsung mendiagnosisnya terkena penyakit tulang langka bernama hypophosphatasia (HPP) setelah lahir. Dalam berbagai hasil tes sinar X yang dijalaninya, terlihat jelas bahwa Julien tidak memiliki massa otot dan tulangnya terlihat sangat tipis.

Kondisi ini disebabkan oleh tubuh Julien yang tak mampu menyerap mineral seperti kalsium atau fosfor yang sangat penting bagi kekuatan tulang. Hal ini membuat tulangnya sangat ringkih. Julien pun diyakini tidak akan mampu bertahan hidup hingga melewati usia 18 bulan.

Hanya saja, sang dokter tetap meminta orang tua Julien untuk mencari pengobatan. Julien juga tak mampu bermain dengan anak-anak sebagaimana pada umumnya karena harus memakai kursi roda.

Beruntung, para peneliti di Kanada mulai melakukan peneliti tentang penyakit yang diidap oleh Julien. Mereka pun kemudian menawarkan keluarga Julien untuk pindah ke Winnipeg, Kanada, agar bisa dilibatkan dalam penelitian yang diharapkan bisa menemukan obat bagi penyakit. Sebelum Natal 2009 lalu, keluarga Julien pun membuat sebuah keputusan besar; pindah ke Kanada.

Disana, Julien dan keluarganya bertemu dengan Cheryl Greenberg dari University of Manitoba yang memimpin penelitian tentang penyakit tulang HPP ini. Cheryl dan rekan-rekannya mulai melakukan pengobatan pada Julien pada 2010 di Winnipeg Children’s Hospital.

Yang tidak disangka adalah, beberapa bulan setelah mulai melakukan pengobatan, Julien mulai bisa berjalan kaki. Kini, ia bahkan telah terlihat jauh lebih sehat sebagaimana remaja berusia 15 tahun pada umumnya. Obat yang sebelumnya diujicobakan pada tubuh Julien pun kini sudah dijual di Kanada sejak akhir 2017 lalu. Tak hanya mengobati dirinya sendiri, Julien juga ikut terlibat dalam penciptaan obat yang bisa menyelamatkan anak-anak lain dengan kondisi HPP.