Sakit Tak Kunjung Sembuh, Mungkin Pengaruh Psikis

DokterSehat.com – Kesehatan fisik dan jiwa tidak dapat dipisahkan satu sama lain.



Pikiran dan jiwa yang sehat dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan fisik.

Jenis penyakit yang dipicu gangguan jiwa dikenal dengan istilah “psikosomatik”. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa tidak semua jenis penyakit dipengaruhi oleh gangguan kejiwaan.

Psikiater RS Omni Alam Sutera, Dr Andri, Sp.KJ, menuturkan bahwa, penyakit yang paling sering disebabkan gangguan jiwa adalah penyakit yang berkaitan dengan otot otonom, seperti penyakit pencernaan, pernapasan, bahkan penyakit jantung, sampai penyakit nyeri-nyeri pada beberapa bagian tubuh.

Ciri khas penyakit psikosomatik tidak spesifik pada penyakit tertentu saja. Misalnya pada satu hari merasakan sakit di area dada, lalu keesokan harinya rasa sakit menjalar hingga leher, besoknya lagi merambat sampai pada bagian bahu. Gejala seperti itulah yang bisa jadi merupakan gejala psikosomatik.

Dr Andri, Sp.KJ mengatakan bahwa, langkah awal untuk mendeteksi bahwa suatu penyakit termasuk psikosomatik atau tidak adalah dengan memeriksakan diri ke pakar penyakit yang bersangkutan. Apabila seseorang mendadak mengalami sesak napas, maka sebaiknya orang tersebut berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter pernapasan.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap penderita, dokter melakukan pengkajian hasil pemeriksaan. Apabila hasil pengkajian menunjukkan tidak ada masalah fisik, berarti terdapat kemungkinan gejala yang dirasakan pasien merupakan penyakit psikosomatik. Pada kondisi seperti itulah, penderita perlu dirujuk untuk berkonsultasi ke psikiater.

Psikosomatik adalah gangguan kesehatan yang masuk dalam kategori medis. Pada dasarnya, psikosomatik bermula dari depresi dan kecemasan yang prevalensinya mencapai populasi 20 – 30 %.

Lebih lanjut Dr Andri, Sp.KJ menjelaskan bahwa, lebih dari 50 % kasus psikosomatik belum dapat ditangani dengan baik. Padahal gangguan psikosomatik dapat berdampak terhadap penurunan kualitas hidup penderita.